Iklan Banner Sukun
Ragam

10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi malam lailatul qadar yang digunakan untuk memperbanyak ibadah. (Sumber foto: Thirdmad/pexels.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Di bulan Ramadan, malam lailatul qadar menjadi malam istimewa yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Pada malam tersebut, setiap ibadah atau amal sholih yang dilakukan akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Begitupula dengan doa-doa yang dipanjatkan, akan memiliki potensi lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam surat Al-Qadar ayat 1-3, disebutkan bahwa malam lailatul qadar lebih baik dari malam seribu bulan.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [Alquran] pada lailatul qadar [malam kemuliaan]. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Itulah mengapa, pada malam tersebut setiap umat muslim berlomba-lomba untuk beribadah. Bisa dengan berdzikir, melakukan salat malam, membaca Alquran, dan brritikaf di masjid.

Akan tetapi, untuk mendapatkan malam tersebut nyatanya tidaklah mudah. Sebab tak semua orang dapat menjumpai malam yang mulia tersebut karena tak ada seorang pum yang tahu kapan malam lailatul qadar akan tiba.

Meskipun demikian, untuk mendapatkannya kita tidak boleh putus asa. Rasulullah SAW sendiri menyebut, malam lailatul qadar jatuh pada 10 hari terakhir Ramadan.

Walaupun sangat dirahasiakan oleh Allah SWT, berikut ini adalah beberapa tanda datangnya malam lailatul qadar yang bisa kalian jumpai.

1. Keadaan malam sangat tentram dan tenang

Salah satu tanda datangnya malam lailatul qadar ialah kondisi malam yang tentram dan tenang. Kalian bisa merasakan ketenangan tersebut jika memang kalian peka dengan kondisi itu.

Pada malam itu, malaikat-malaikat turun ke bumi membawa kebaikan yang tak terhingga, sehingga memberikan suasana bersahabat dan membuat malam tampak bercahaya meski tak ada sinar bulan atau cahaya lain yang menerangi.

Orang-orang yang menemukan malam ini akan merasa sangat tenang, lebih khusyuk dalam beribadah dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

Seperti yang Ibnu Abbas radliyallahu’anhu katakan: Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

2. Kondisi cuaca tidak panas dan tidak dingin

Selain malam yang tenang, pada malam lailatul qadar cuaca alam pun ikut bersahabat. Seperti dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda tentang Lailatul Qadar,.

“Yaitu malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (H.R. Imam Al Baihaqi).

Cuaca tersebut tentu menambah kenyamanan dan kenikmatan ketikan beribadah kepada Allah SWT.

3. Bulan terlihat berukuran separuh

Beberapa ulama berpendapat bahwa ciri-ciri lailatul qadar juga dapat terlihat dari bentuk bulan di malam tersebut.

“Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah SAW, Beliau berkata, ‘Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan,” (HR Muslim).

4. Malam hari cerah dengan keesokannya matahari terbit dengan teduh

Di malam hari yang cerah akan dilanjutkan dengan keesokan harinya, di mana matahari terbit dekat teduh. Sinarnya yang kuat memancar seperti biasa akan terganti dengan cahaya yang menyejukkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim).

5. Beribadah terasa sangat nikmat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, malam istimewa ini menjadi ajang perlombaan untuk memperbanyak pahala. Mulai dari waktu maghrib hingga masuknya subuh.

Salah satu ciri-ciri lailatul qadar adalah perasaan beribasah yang lebih tenang dan lebih khusyuk. Hati merasa tenang dan begitu khidmat ketika beribadah.

Meski begitu, untuk ciri-ciri satu ini belum tentu dirasakan oleh semua orang. Karena pada dasarnya beribadah memanglah cara untuk menenangkan hati dan pikiran.

Walaupun dengan tanda-tanda di atas, tetap tidak ada yang tahu pastinya kapan malam lailatul qadar akan datang. Oleh karena itu, ada baiknya untuk beribadah dengan sungguh-sungguh dan jangan sia-siakan waktu di bulan Ramadan ini. (mnd/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar