Sumenep (beritajatim.com) Presiden Joko Widodo meminta penyidikan oleh Kejaksaan Agung atas kasus minyak goreng diusut tuntas.
“Saya meminta agar aparat hukum bisa mengusut permainan para mafia minyak goreng ini sampai tuntas” kata Jokowi, Rabu (20/4/2021).
Mengapa harga minyak goreng ini tinggi? Ya, karena harga di luar, di pasaran internasional, sekarang sedang tinggi-tingginya. Produsen cenderung ingin mengekspor.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng ini, antara lain melalui beragam kebijakan seperti penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen.
“Namun, di pasar-pasar saya melihat minyak curah banyak yang dijual belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan” tandasnya.
Meskipun pemerintah telah memberikan subsidi BLT Minyak Goreng, Presiden berharap harga minyak goreng yang saat ini tinggi bisa kembali mendekati normal.
“Saya minta diusut tuntas sehingga kita bisa tahu siapa ini yang bermain,” ujar Presiden dalam keterangan pers, di Pasar Bangkal Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (20/04/2022).
Kendati pemerintah telah menyalurkan BLT Minyak Goreng, Presiden menilai bahwa saat ini minyak goreng masih menjadi masalah di tengah masyarakat.
Iapun berharap agar harga minyak goreng dapat kembali mendekati harga normal.
“Kita ingin harganya yang lebih mendekati normal. Jadi memang harganya tinggi, karena apa? Harga di luar, harga internasional itu tinggi banget sehingga kecenderungan produsen itu penginnya ekspor karena memang harganya tinggi di luar,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng-langka”]
Pemerintah sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng ini, antara lain melalui beragam kebijakan seperti penetapan harga eceran tertingi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen. Namun, Presiden melihat kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif dalam beberapa pekan ini.
“Di pasar, saya lihat minyak curah banyak yang belum sesuai dengan HET yang kita tetapkan. Artinya, memang ada permainan,” tegasnya.
Sebelumnya Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka kasus minyak goreng ini.
Dari empat tersangka satu diantaranya dari pemerintahan yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indasari Wisnu Wardhana.
Sisanya, ketiga tersangka berasal dari pihak swasta yang di antaranya, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Togar Sitanggang General Manager PT Musim Mas dan Komisaris Wilmar Nabati Indonesia Parlindungan Tumanggor.
Keempat tersangka ekspor minyak goreng itu kini sudah dijebloskan ke tahanan.
Para tersangka merupakan pejabat Kemendag dan pelaku sektor usaha di minyak goreng.
“Kepada para tersangka dilakukan penahanan di tempat berbeda berdasarkan surat penahanan,” Jaksa Agung Sanitiar Burhanudiin dalam keterangan pers disiarkan akun YouTube Kejaksaan RI, Selasa (19/4/2022). (ted)






