Iklan Banner Sukun

Waspada Terhadap Invasi Bakteri Penyebab Periodontitis pada Jantung

Jantung Foto: Halodoc

Saat ini sering kita mendengar berita adanya kematian mendadak karena serangan jantung, hal ini menyadarkan kita untuk selalu menjaga kesehatan jantung kita. Beberapa penelitian terdahulu mengkaitkan bakteri penyebab keradangan pada jaringan periodontal, khususnya bakteri penyebab periodontitis dengan aterosklerosis pada jantung yang dapat berakibat fatal pada kesehatan.

Periodontitis merupakan salah satu penyakit jaringan periodontal yang sering ditemukan di masyarakat. Periodontitis adalah penyakit keradangan yang terutama dimulai sebagai respons terhadap kelompok bakteri tertentu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, bentuk parah dari periodontitis menyebabkan kehilangan gigi pada sekitar 5-15% dari populasi di seluruh dunia. Faktor imunitas menentukan kerentanan pasien untuk berkembangnya periodontitis dan dapat dimodifikasi oleh berbagai faktor risiko.

Periodontitis dikaitkan dengan populasi dan aktivitas bakteri kelompok tertentu, terutama bakteri Gram-negatif anaerob seperti Porphyromonas gingivalis (P. ginigivalis), Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A. actinomycetemcomitans), Tannerella forsythia (T. forsythia), Treponema denticola (T. denticola) dan Spirochaetes.

Perubahan secara kuantitatif dan kualitatif pada komposisi bakteri dalam jaringan periodontal akan mengganggu simbiosis normal antara tubuh dan mikroorganisme yang ada sehingga menyebabkan perubahan dalam respon imun tubuh. Kondisi yang terjadi merupakan “pedang bermata dua”, karena selain merupakan bagian integral mekanisme pertahanan tetapi juga secara bersama-sama bertanggung jawab terhadap kerusakan jaringan periodontal yang sebanding dengan tingkat keparahan penyakit.

Respon keradangan pada jaringan periodontal ditandai dengan peningkatan produksi lokal berbagai mediator pro inflamasi dan enzim seperti protein C-reaktif (CRP), interleukin (IL)-1ß, interleukin 6 (IL-6), faktor nekrosis tumor (TNF)-œ, dan Matriks metaloproteinase (MMP). Akibatnya, tingkat kerusakan jaringan periodontal dipercepat dengan peningkatan mediator tersebut.

Rini D

Poket periodontal yang dalam memberikan lingkungan yang baik untuk meningkatkan sitokin pro inflamasi secara langsung maupun tidak langsung. Akumulasi peningkatan sitokin pro inflamasi, dan pengaruhnya pada proses penyakit sistemik meningkatkan faktor risiko untuk beberapa penyakit sistemik termasuk aterosklerosis sebagai penyebab penyakit jantung. Periodontitis menduduki peringkat ke enam sebagai penyakit pada rongga mulut yang paling umum dan mempengaruhi sebanyak 740 juta orang di seluruh dunia.

Dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti telah berfokus pada efek penyakit periodontal pada penyakit jantung.
Aterosklerosis merupakan penyempitan dan penebalan pada pembuluh darah arteri yang berada di antara lapisan endotel dan lapisan sel otot polos pembuluh darah sebagai respons terhadap imunitas tubuh. Aterosklerosis pada penyakit jantung merupakan keradangan pada arteri yang terkait pembentukan ateroma yang dapat menyebabkan kecacatan dan seringkali kematian.

Disfungsi endotel merupakan tahap yang paling awal pada terjadinya aterosklerosis. Faktor penyebab utama dari aterosklerosis memang belum diketahui dengan pasti, tetapi faktor risiko secara signifikan berkontribusi pada perkembangannya, seperti profil plasma kolesterol yang berubah, merokok, hipertensi, Diabetes mellitus, dan peningkatan kadar mediator inflamasi yaitu CRP dan sitokin.

Aterosklerosis dimulai dengan akumulasi dari Low Density Lipoprotein (LDL) di dalam lapisan dalam pembuluh darah di mana ia dioksidasi. Kondisi yang terjadi itu akan mengaktifkan peningkatan ekspresi sel protein di permukaan sel endotel terdekat. Adesi sirkulasi sel inflamasi (monosit, limfosit) terhadap molekul adesi ini meningkat melalui diapedesis ke dalam pembuluh darah yang terjadi keradangan. Perkembangan awal lesi aterosklerosis terjadi melalui diferensiasi monosit ke makrofag yang telah mengambil LDL, sehingga membentuk foaming cells dan lemak.

Kemudian, sel T menginduksi respons imun tubuh dengan peningkatan kadar sitokin pro inflamasi seperti INF-ð, TNF-œ dan IL-1ß yang mempercepat aterogenesis. Sel T akan merangsang migrasi dan mitosis sel otot polos untuk membentuk a fibrous pseudo capsule di sekitar lesi. Makrofag yang penuh dengan lipid mengalami apoptosis mengakibatkan pembentukan inti nekrotik di bawah kapsul fibrosa, yang membuatnya rentan pecah, sehingga mengarah pada pembentukan trombosis yang fatal.

Terdapat dua mekanisme bagaimana penyakit periodontal mempengaruhi aterosklerosis penyakit jantung. Mekanisme pertama, secara langsung mikroorganisme pada jaringan periodontal menginvasi sel endotel. Pada spesimen yang mengandung jaringan trombus menunjukkan bahwa Streptococcus mutans (S.mutans) merupakan bakteri yang paling umum (78%), diikuti oleh A. actinomycetemcomitans.

Pada aterosklerosis terdapat juga bakteri lain seperti: P. gingivalis, P. intermedia, dan T. Forsythia. P. gingivalis, dapat memicu pembentukan sel busa dan memprovokasi keradangan sekunder yang mengarah disfungsi endotel. Mekanisme kedua merupakan jalur tidak langsung, yaitu melalui peningkatan kadar sitokin pro inflamasi.

Selain itu, produk bakteri seperti Lipopolisakarida (LPS) dapat masuk sirkulasi dan menginduksi respon imun yang kuat, sehingga dapat memulai aterosklerosis pada sel endotel, memodulasi metabolisme lipid, dan meningkatkan stres oksidatif, sehingga pada pasien dengan periodontitis terjadi disfungsi endotel. Mikroorganisme pada jaringan periodontal dapat menyebabkan bakteremia dan invasi jaringan yang jauh, rasio odds penyakit aterosklerosis lebih besar pada pasien dengan penyakit periodontal.

Periodontitis dan aterosklerosis pada jantung merupakan penyakit multifaktorial yang perkembangannya membutuhkan interaksi antara beberapa faktor, di antaranya adalah predisposisi genetik. Sebuah uji telah dilakukan pada anak kembar, dengan memanfaatkan analisis genetik kuantitatif, menunjukkan bukti hubungan antara aterosklerosis dengan periodontitis. Dokter gigi harus menyadari asosiasi antara kedua penyakit tersebut, pasien dengan periodontitis berat harus disarankan untuk menemui dokter untuk memeriksa tanda-tanda dari aterosklerosis.

Pasien harus diberitahu penyakit periodontal dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi penyakit jantung dan oleh karena itu harus dilakukan perawatan. Selain itu, harus melakukan tindakan yang benar untuk kebersihan mulut dan pemeriksaan rutin, karena terbukti terjadi pengurangan beban sistemik dari keradangan setelah terapi periodontal. Dokter harus memberi tahu pasien dengan aterosklerosis tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut yang baik. Kerjasama antara dokter gigi dan ahli jantung sangat penting untuk pasien yang menggunakan obat antikoagulan/antiplatelet sebelum operasi mulut atau periodontal untuk menghindari komplikasi seperti: perdarahan yang berlebihan dan kejadian iskemik. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati