Upaya Pencegahan Covid-19 di Ponpes Al-Amien Ngasinan Kota Kediri

Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri

Lebih dari 2 tahun, pandemi virus Covid-19 melanda Indonesia. Menurut data di laman covid19.go.id pukul 16.57 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 32.081 pasien.

Jumlah kasus yang terus bertambah membuat semua orang membatasi interaksi secara langsung dengan kerabat, keluarga, maupun rekan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitasnya di rumah, seperti bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Namun, hal ini sulit dilakukan oleh para santri, karena pesantren tetap melangsungkan pembelajaran tatap muka di kelas.

Seperti di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri, semua kegiatan, termasuk diniyah dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Kekhawatiran tertular Covid-19 pasti ada, tapi dengan keyakinan iman yang kuat dan penerapan protokol kesehatan, maka diharapkan semua aktivitas pesantren tetap berjalan baik-baik saja.

Pondok Pesantren Al-Amien yang telah siap melakukan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19, tentu saja sangat menyadari kemungkinan resiko terburuk yang mungkin saja terjadi.

Namun, pembelajaran tatap muka dan mewajibkan santri untuk kembali ke pesantren harus dilakukan untuk mencapai visi dan misi pendidikan yang dimiliki oleh pondok pesantren al-amien. Visi tersebut yaitu “menjadikan wadah dan sarana untuk mengembangkan karakter jiwa manusia dengan berkarakter islam dan berjiwa sosial tinggi.”

Pola pembelajaran living islam yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Amien menjadikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tidak bisa digantikan dengan pola pembelajaran lain seperti pembelajaran jarak jauh (daring).

Hal ini dikarenakan pendidikan di di Pondok Pesantren Al-Amien tidak hanya menerapkan pembelajaran yang mengarah pada transformasi pengetahuan saja tetapi juga menerapkan pembelajaran praktik langsung atas pengetahuan yang sedang dan sudah diajarkan kepada santri.

Praktik langsung juga termasuk dalam pola pembelajaran bagaimana hidup bersama dengan tujuan pembentukan karakter santri.

Salah satu penyebab kekhawatiran orangtua yaitu penerapan jarak sosial yang tidak bisa dihindarkan di pesantren. Aturan ini berpotensi sulit diterapkan karena jumlah santri per kamar yang mencapai belasan. Sedangkan seperti yang diketahui, penularan Covid-19 bisa terjadi melalui tetesan kecil (droplet) saat seseorang batuk, bersin, berbicara, hingga bernafas.

Oleh sebab itu, Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri menerapkan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19, diantaranya:

1. Membatasi akses keluar masuk santri. Santri yang diberi akses untuk keluar pesantren hanya satgas divisi logistik yang telah ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan santri dan santri yang berkepentingan mendesak.

Untuk keluar masuk lingkungan pesantren, sudah ada piket jaga di gerbang yang menyiapkan fasilitas cuci tangan, sabun antiseptik, hand sanitizer, dan semprotan disinfektan. Petugas juga dibekali thermo gun guna mendeteksi suhu tubuh siapapun yang keluar masuk lingkungan pesantren.

2.Melakukan tracing. Tracing atau pelacakan yang dilakukan oleh tim POSKESTREN (pos kesehatan pesantren) kepada seluruh santri bertujuan untuk mengidentifikasi jika adanya santri yang memiliki gejala umum terpapar covid-19, seperti demam, sakit kepala berlebihan, sesak nafas, maupun anosmia.

Tracing dilakukan dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh, tensi darah, dan oksigen dalam tubuh.  Tim poskestren juga melakukan tracing dengan tanya jawab apabila ada keluhan yang dirasakan santri. Jika mendapati santri yang bergejala, maka santri tersebut segera dipindahkan ke ruang khusus karantina yang telah disediakan.

3.Olahraga merupakan hal yang sangat penting di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Dikutip dari International Journal Of Cardiovascular Science, olahraga atau aktivitas fisik, terutama pada intensitas dan durasi sedang, dapat mendukung respon imun dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

Santri Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri dapat memilih olahraga yang disukai, seperti badminton, voly, basket, atau lompat tali. Olahraga ini dilakukan setiap hari secara bergilir di halaman pesantren dengan durasi satu jam. Adapun senam sehat santri juga diadakan dua kali dalam satu minggu yang harus diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri.

Tiga upaya yang telah dijelaskan di atas merupakan sebagian dari berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri. Semua santri dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, baik saat mengaji maupun saat melakukan aktivitas lainnya. Tidak mudah untuk melakukan kebiasaan baru bagi santri di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan Kota Kediri, tentunya perlu ada bimbingan yang terus menerus sehingga sebuah pekerjaan bisa menjadi kebiasaan dan dipatuhi oleh seluruh santri. (ted)

Nama : Roihatul Jannah
NIM : 932208918
Jurusan: Tadris Bahasa Inggris
Kelompok: KKN-DR 044 IAIN Kediri

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar