Syngenta Indonesia dan UB Kampanye Pakai Sarung Tangan

IMG_20190704_144830_HHT

Lamongan (beritajatim.com) – Bekerja sama dengan PT Syngenta Indonesia, Agribusiness Communication and Extension Laboratory (ACE-LAB) dan Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang mengadakan acara sosialisasi penggunaan alat pelindung diri (APD), yang bertajuk kampanye “Penggunaan Sarung Tangan Untuk Petani Maju”.

Acara tersebut bertempat di dua lokasi yaitu di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro dan di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dari 6  Kecamatan dan Kepala Desa dari 6 Desa lokasi kampanye.

Terdapat tiga desa sebagai percontohan di masing-masing kabupaten. Di kabupaten Bojonegoro, kegiatan dilaksanakan di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen, Desa Pilang Kecamatan Kanor dan Desa Pucangarum Kecamatan Baureno.
Adapun di Kabupaten Lamongan dilaksanakan di Desa Cungkup Kecamatan Pucuk, Desa Duriwetan Kecamatan Maduran dan Desa Kudikan Kecamatan Sekaran.

Kampanye ini dimulai dari tanggal 4 Juli 2019 sampai 10 Agustus 2019. Program kampanye dilakukan hari Sabtu dan Minggu, serta hari lain dengan memperhatikan waktu luang petani yang targetnya sekitar 3000 petani dan keluarganya di keenam desa terpilih.

Kampanye ini merupakan tindak lanjut dari survei yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun lalu. Berdasarkan hasil survei tersebut masih banyak para petani yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.

Salah satu APD yang terpenting adalah sarung tangan yang digunakan untuk melindungi tangan petani agar tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia pada saat mencampur produk perlindungan tanaman dan pada saat menyemprot produk perlindungan tanaman di lahan.

Penggunaan produk perlindungan tanaman yang tidak sesuai dengan rekomendasi dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada petani. Bahkan bukan hanya petani, jika tidak hati-hati anak dan istri petani juga bisa terkontaminasi.  Oleh karena itu diperlukan APD untuk melindungi petani agar terhindar dari gangguan kesehatan.

Dalam kampanye ini, perwakilan dari Universitas Brawijaya menekankan pentingnya petani menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) yakni mendorong petani dan kelompok petani memiliki sikap dan mental yang bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keamanan diri dan lingkungan yang bisa dipraktikkan dengan penggunaan APD secara tepat saat bekerja.

Dinas Pertanian sendiri sangat mendukung kegiatan ini, mengingat program Kementrian Pertanian tahun 2020 salah satunya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang berkualitas. Untuk mewujudkannya Kementrian Pertanian akan melakukan pendidikan dan pelatihan untuk mencetak petani maju.

Tujuan acara ini untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai risiko yang dihadapi saat menggunakan produk perlindungan tanaman, mengubah pola pikir dan kebiasaan petani, meningkatkan kesadaran petani mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarganya, dan menyebarluaskan manfaat APD.

Nur Arifin (43) kelompok tani Sido Makmur desa Kudikan Kecamatan Sekaran menanggapi acara kampanye ini dengan respon positif, menurutnya dengan adanya kampanye ini para petani mempunyai kesadaran terhadap kesehatan.

“Pakai sarung tangan meminimalisir dampak racun menggunakan sarung tangan dan membantu lebih maju kepada para petani”kata Nur Arifin, Kamis (4/7/2019).

Diharapkan dengan kampanye penggunaan sarung tangan, para petani yang ada di keenam desa di kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan dapat menjadi petani maju yang menerapkan GAP dan sadar akan perlindungan diri dalan menjaga kesehatan diri dan keluarganya.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar