Iklan Banner Sukun

SMP Kawung 1 Mulai Simulasikan Kurikulum Merdeka

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai upaya menyambut hadirnya kurikulum merdeka, SMP Kawung 1 Surabaya mulai mempratikkan simulasi pembelajaran berbasis proyek di akhir tahun pelajaran 2021/2022.

Simulasi tersebut dilangsungkan sepanjang bulan Mei 2022 dan melibatkan seluruh siswa kelas 9. Tema Air dan Kesehatan coba dipilih karena ruang lingkup kajiannya cukup luas dan fleksibel. Seluruh siswa beserta para guru diharapkan mampu mengoptimalkan materi pembelajaran dan metode secara bebas namun kooperatif.

Kepala SMP Kawung 1, Mochammad Asif dalam wawancara Selasa (31/5/2022) mengatakan, “Secara kalender akademik kelas 9 sebenarnya sudah selesai. Mereka libur. Tapi kami ingin segera mulai jalankan kurikulum merdeka ini. Kelas 9 ini akan jadi simulasi awalnya.”

Secara praktik, kelas 9 dibagi 5 kelompok besar pada tiap kelas. Lalu mereka diberi tugas proyek utama. Pembagian kelompok diatur berimbang oleh para guru. Metode pembelajaran terpadu model integrated dalam hal ini coba diterapkan. Nantinya siswa diharapkan memahami materi pembelajaran secara holistik dan otentik.

“Materi pembelajaran tidak lagi loncat-loncat dan berbeda. Semuanya akan terkoordinir dalam satu tema,” terang Serly bagian kurikulum.

Masing-masing guru akan berfokus pada satu tema, Air dan Kesehatan. Sebelum itu, para guru berembuk mencari benang merah antarmateri pelajaran. Ini biasa dikenal dengan konsep tematik, yang selama ini biasa ditemui pada jenjang SD.

“Holistik, terpadu, dan pelajar pancasila. Itu yang menjadi poin utama dalam kurikulum merdeka ini,” tambahnya.

Tidak hanya beroritentasi pendalaman teori dan teks, simulasi pembelajaran ini juga dibarengi dengan penugasan proyek. Guru Prakarya dalam hal ini ambil bagian utama. Galon air dijadikan media implementasi ide.

Proyek tugasnya ialah menghias galon dengan pernak-pernik kesehatan. Entah itu berupa gambar, poster, slogan, pantun, dsb, siswa bebas berkreasi. Mereka bisa konsultasi perihal ide dan presentasi pada guru bahasa. Sedangkan konsep nilai dan estetika desain bisa diperoleh dalam pelajaran seni budaya.

“Tugasnya banyak, tapi kita tidak bingung. Masih mirip-mirip. Enak,” kata Aisyah, siswi yang hobinya baca puisi itu.

Selama sebulan penuh, siswa terlihat begitu antusias. Pengumpulan proyek tepat waktu di akhir Mei. Dibanding metode parsial, pembelajaran terpadu model integrated berbasis proyek ini lebih memberi kebebasan dalam eksplorasi ide dan kerja sama. Semua menjadi runut dan terkonsep.

Selain itu, bagi sebagian besar guru, ini adalah hal baru yang cukup baik untuk dikembangkan secara berlanjut. Penerimaan raport nanti, rencananya hasil simulasi akan dipamerkan sekaligus jadi prototype ke depannya.

Asif Kepala Sekolah menegaskan akan dengan segera memulai praktik kurikulum merdeka pada setiap jenjang kelas.

“Bagaimanapun kita harus mengejar ketertinggalan dan terus belajar. Ini harus dimulai.” pungkasnya penuh percaya diri. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev