Ramalan Pilkada 2020 dan Efek Oedipus

Perbedaan ilmu sosial dan ilmu fisika (ilmu alam) terletak pada uniformitas (keseragaman). Ilmu alam memiliki uniformitas. Karena itu penelitian bisa dilakukan dengan metoda eksperimen.

Karena uniformitas yang dimilikinya, hubungan sebab akibat antar variabel dalam ilmu fisika memiliki kepastian. Itu pula sebabnya disebut ilmu pasti. Hubungan sebab akibat antar variabel akan sama di semua kondisi. Karena itu, bisa ditarik generalisasi.

Aga Suratno

Sebaliknya, tidak gampang menarik generalisasi atau kesimpulan umum dalam ilmu sosial. Sebab, selain kompleks, kondisi sosial selalu dinamis. Itu sebabnya, Ilmu sosial yang mencoba metoda eksperimental selalu diembel-embeli asumsi atau catatan yang disebut ceteris paribus.

Kalau diterjemahkan secara bebas ceteris paribus kira-kira artinya “dengan hal-hal lain yang sama”. Maksudnya, Hubungan sebab-akibat antar variabel akan sama jika kondisi disekitar tidak
berubah.

Lagi-lagi kesimpulan baru bisa ditarik ketika terdapat uniformitas. Sementara Hubungan sebab akibat antar variabel pada masyarakat tertentu belum tentu sama ketika diujicobakan pada masyarakat atau komunitas yang berbeda.

Begitulah, karena ketiadaan uniformitas menarik kesimpulan umum (generalisasi) dan prognosa bagi ilmu sosial adalah urusan sulit. Malah ada yang berpendapat, orang yang hendak meramalkan sebuah peristiwa sosial hendaknya mempertimbangan kemungkinan timbulnya efek Oedipus.

Dalam legenda dikisahkan Oedipus membunuh ayahnya akibat ramalan yang menyebabkan si ayah membuang anaknya. Jadi, yang dimaksud dengan efek Oedipus adalah pengaruh ramalan terhadap peristiwa yang diramalkan.

Atau, dalam pengertian yang lebih umum, pengaruh sebuah informasi terhadap situasi yang ditunjuk oleh informasi tersebut. Pengaruhnya bisa bekerja ke arah yang mendukung atau membatalkan peristiwa yang diramalkan.

Andai seorang ekonom meramalkan bahwa dalam sepekan ke depan nilai dolar bakal merosot, maka sejak ramalan itu dimunculkan hingga sepekan ke depan orang akan ramai-ramai menjual dolar. Pada akhir pekan itu juga nilai dolar benar- benar melemah karena orang berbondong-bondong menjual dolar yang mereka miliki.

Seperti itu kira-kira gambaran tentang pengaruh ramalan terhadap peristiwa yang diramalkan. Andai tidak diramal nilai dolar mungkin tidak melemah.

Dengan prognosa yang sama bisa pula ramalan itu bergerak ke arah yang melemahkan atau membatalkan ramalan. Ada pihak yang tidak ingin merugi akibat nilai dolar merosot.

Agar ramalan tidak terjadi maka pihak yang tidak menghendaki nilai dolar merosot akan berusaha mati-matian menjaga agar nilai dolar stabil.

Gegara ramalan itu, nilai dollar tidak jadi melemah. Akhirnya, untuk Pilkada serentak 2020 saya memilih berhati-hati. Informasi tentang Pilkada, yang meliputi informasi kandidasi berikut survey popularitas dan elektalibitasnya tersedia lebih dari cukup.

Tetapi, saya belum ingin mencoba meramal siapa yang bakal memenangi Pilkada. Andai meramalpun saya tidak bakal memublikasikannya. Prognosa atau ramalan itu akan saya simpan di kantong.

Saya khawatir ramalan itu, seperti legenda Oedipus, berpengaruh terhadap kejadian atau
peristiwa yang saya ramalkan. Pengaruhnya bisa menguatkan bisa pula melemahkan atau membatalkan peristiwa yang diramalkan. Yang lain silakan meramal…..

Aga Suratno
*Repoter Kiss FM Jember





Apa Reaksi Anda?

Komentar