Iklan Banner Sukun

Perbedaan Pemasaran Online dan Konvensional

Ilustrasi skill untuk persiapan revolusi industri 4.0 (Headway, unsplash)

Surabaya – Perkembangan teknologi menciptakan banyak perubahan dalam karakter masyarakat dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kini marketplace pun banyak bermunculan dengan memberikan kemudahan dan harga yang bersaing.

Menanggapi hal tersebut, maka sekarang ini produsen barang atau jasa harus mengubah pola pemasarannya yang konvensional menjadi digital atau online. Bahkan sekarang ini divisi untuk bagian marketing digital telah berdiri sendiri.

Lantas apa sih perbedaan antara pemasaran online dengan konvensional? Namun sebelum membahas perbedaan tersebut tentunya kamu harus mengetahui pengertian dalam istilah pemasaran tersebut. Sehingga akan lebih mudah memahami istilah yang lain.

Pemasaran adalah sebuah strategi bisnis yang mengacu pada aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mempromosikan penjualan suatu produk. Pemasaran sendiri berarti kegiatan untuk memperkenalkan, menginformasikan, dan menyampaikan nilai suatu produk.

Dengan melakukan kegiatan pemasaran maka produsen tengah mengenalkan produk yang ditawarkan kepada konsumen, sehingga konsumen mendapatkan kepuasan terhadap produk tersebut. Nah sekarang ini pemasaran terbagi menjadi dua jenis yaitu online dan konvensional.

Sementara itu, pemasaran online merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui media digital. Pemasaran online dianggap sebagai perkembangan masa kini yang mengandalkan kemajuan dan perkembangan teknologi informatika.

Sedangkan pemasaran offline atau pemasaran konvensional, mengandalkan media massa untuk menyampaikan informasi. Tujuan pemasaran offline adalah lebih untuk mengenalkan logo. Meski teknologi terus berkembang, pemasaran offline juga masih banyak digunakan.

Nah jika kamu masih bingung, berikut beberapa perbedaan pemasaran online dan konvensional yang dapat kamu ketahui, diantaranya:

  1. Jumlah modal

Bicara masalah modal, maka untuk perbedaan kedua jenis pemasaran tersebut, maka pemasaran konvensional menghabiskan biaya yang sangat besar karena menggunakan media massa sebagai media kampanye.

Selain itu, pemasaran ini terkadang menggunakan pamflet dan brosur yang tentunya harus di produksi dan setelah jadi harus di distribusikan, sehingga akan menguras modal lebih banyak dibandingkan pemasaran online.

Pamflet adalah salah satu media pemasaran berbentuk lembaran kertas yang dikemas dengan cara dilipat yang saling berkaitan antara yang satu dan yang lainnya, serta tidak memiliki cowl ataupun jilid.

Contoh lain: harga untuk satu kali tayangan iklan di acara televisi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, ada juga biaya untuk mencetak brosur, menyiarkan secara langsung, bertemu tatap muka dan sebagainya yang pasti memakan banyak budget dan tenaga.

Sementara itu, untuk pemasaran online biaya yang dikeluarkan tidak sebesar pemasaran offline. karena dilakukan melalui media sosial.  Walaupun tetap beriklan pada media sosial sepetri Facebook (fb advertisements, Google ads, TikTok advertisements, Twitter commercials, dan sebagainya), tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak media massa.

Meski demikian, untuk saat ini perusahaan harus bisa mengkombinasikan strategi iklan, optimasi media sosial, SEO, website, dll dengan pemasaran konvensional untuk menghasilkan pengenalan brand menjadi lebih luas.

  1. Jangkauan pemasaran

Perbedaan selanjutnya adalah pada jangkauan pemasaran. Karena metode pemasaran yang berbeda maka jangkauannya pun berbeda. Ketika menggunakan pemasaran konvensional maka jangkauan orang yang dituju terbatas dengan geografi.

Jangkauan pemasarannya sangat terbatas karena dibutuhkan kehadiran fisik dari seseorang yang berperan sebagai income atau media fisik untuk publikasi produk yang dipasarkan. Alhasil, tujuannya hanya sampai pada mereka yang merasakan kehadirannya secara fisik.

Sementara itu, pada pemasaran online  dilakukan melalui internet, dimana jangkaunya sangat luas, yaitu pengguna internet baik secara nasional maupun dunia. Selain itu, target pemasaran juga tidak harus bertemu dengan pihak yang memasarkan suatu produk atau jasa.

  1. Waktu

Waktu juga menjadi fakor pembeda dari dua sistem pemasaran tersebut. Dalam pemasaran konvensional, maka akan terikat oleh waktu, dimana pesan akan tersampaikan ketika perusahaan melakukan promosi.

Misalnya, penyebaran informasi akan terjadi ketika sales menawarkan produknya atau membagikan brosur yang berisi informasi logo.

Sedangkan pada pemasaran online atau digital, maka pemasaran jenis ini tidak terikat waktu, kampanye akan terus berjalan meski logo tidak melakukan aktivitas apapun. Karena pemasaran digital terus berjalan selama konten pemasaran masih ada di internet. Orang bisa kapanpun mengakses content advertising tanpa logo harus bergerak sendiri.

  1. Jenis produk

Perbedaan selanjutnya antara pemasaran online dengan konvensional dilihat dari jenis produk yang akan dipasarkan. Ketika kamu memasarkan secara konvensional, maka penjual harus mempunyai produk tersebut, sehingga calon pembeli bisa melihat secara langsung.

Hal tersebut memang menjadi ciri khas pemasaran offline, dimana pembeli dan penjual dapat bertemu langsung dan melihat barang yang dijual, dan memeriksa produk tersebut secara langsung. Hal ini berbanding terbalik dengan pemasaran online.

Pada pemasaran online sedikit lebih fleksibel dan tidak harus memiliki barang atau produk bahkan menjualnya secara langsung. Kamu bisa memasarkan produk yang kamu miliki hanya melalui sebuah gambar yang menarik ditambah deskripsi yang lengkap terkait produk yang kamu jual.

Penjual juga bisa membuat konten video agar pembeli dapat melihat element dari produk secara lebih lengkap.

  1. Jumlah produk

Ketika kamu seorang penjual yang bermodal kecil, maka pemasaran online sangat membantu. Karena salah satu perbedaan dua pemasaran online dan offline adalah jumlah produk yang dimiliki.

Ketika kamu memasarkan produk secara offline, maka kamu harus memiliki banyak produk dalam gudang, selain itu, kamu juga kesulitan menampilkan jumlah produk yang kamu miliki, sehingga kamu harus menghitung stok, hal ini tentu menyulitkan ketika pembeli ingin membeli dalam partai besar.

Hal berbeda ketika kamu memasarkan secara online, karena dalam aplikasi marketplace maka jumlah produk harus tertera, sehingga segala perubahan stok barang akan terupdate secara otomatis pada sistem ketika terjadi transaksi. Hal ini memudahkan pembeli dalam mencari informasi tentang jumlah barang yang tersedia.

  1. Cara pembelian

pada pemasaran offline, untuk pembelian biasanya langsung dilakukan di toko fisik milik penjual. Namun ada juga beberapa tenaga pemasaran yang menawarkan langsung produk untuk dijual di tempat.

Ketika kamu melakukan pemasaran secaa online, makapembelian cenderung dilakukan melalui tools atau link pada konten advertising. Penjual biasanya langsung menyebutkan cara pembelian pada konten iklan atau konten pada media sosial.

Selain itu, mengingat dalam pemasaran online pelanggan harus mengakses toko secara langsung untuk melakukan transaksi, maka toko offline umumnya perlu membuka cabang untuk menambah jangkauan pelanggan.

  1. Cara mencari barang

Pada pemasaran secara offline maka orang harus mendatangi toko atau cabang perusahaan untuk mendapatkan produk yang mereka butuhkan. Hal ini tentu saja menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mencari suatu produk.

Sementara itu, pada pemasaran dengan sistem online maka pencarian barang menjadi lebih mudah karena terdapat katalog yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Orang akan lebih mudah mencari barang-barang yang mereka butuhkan. (ted)

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar