Penyanyi Muda Asal Malang Luncurkan Album

Cicilia Elsa, Foto: istimewa

Malang (beritajatim.com) –  Malang sepertinya tak pernah kehabisan talenta untuk disorot. Belum usai era Sal Priadi, Christabel Annora, Atlesta, dan Coldiac, kini lahir nama lain yang  patut mencuri perhatian.

Mari berkenalan dengan Cicilia Elsa, seorang songwriter muda bertalenta asal Malang yang semakin memantapkan track record Malang sebagai salah satu kota yang tak henti melahirkan potensi. 

Cicilia Elsa, songwriter kelahiran 30 April 1996 ini sebenarnya bukan terlahir dari keluarga musisi, bahkan ayah dan ibunya pun tak punya antusiasme terhadap dunia musik. Perkenalan cewek yang akrab dipanggil Elsa pada dunia musik itu bermula dari CD soundtrack Petualangan Sherina yang didapat sebagai bonus pembelian susu kaleng.

Saat menginjak SMA, baru Elsa berkenalan dengan fase pengkaryaan dan pembuatan lagu, sebelum akhirnya memutuskan serius terjun di industri berbekal dari pemikiran jika ia ingin ekspresi dan pesan dari karya-karya yang dibuat bisa tersampaikan pada masyarakat secara lebih luas.

Keseriusan Elsa terjun di dunia musik terbukti dengan perilisan single berjudul Tentangnya yang dilepas tepat pada tanggal 29 Januari 2021. Tentangnya sendiri bercerita menceritakan tentang perasaan bingung dan terganggunya seseorang saat tak mampu mengungkapkan perasaan pada orang yang disuka. 

Cicilia Elsa. Foto: istimewa

“Akhirnya dia cuma bisa ngode-ngode doang. Karena ada sesuatu yang mengikat yang bikin dia harus diem. Nggak bisa bilang sama orang yang dia suka. Tapi dia sangat berharap kalau orang yang dia suka itu tahu akan perasaannya dia,” terang dara berzodiak Taurus itu.

Bermodal perasaan galau, Elsa bercerita jika proses pembuatan single Tentangnya sendiri memakan waktu yang cukup cepat. 

“Proses pembuatannya nggak lama, nggak nyampe setengah hari,” jelas songwriter yang begitu mengidolakan Isyana Sarasvati tersebut. 

Dari sisi musikalitas, Elsa memang ingin membuat karya yang sesimpel mungkin. Itulah mengapa ia memilih kombinasi minimalis antara vokal intonatif dengan notasi piano yang acceptable.  

“Bukan supaya orang yang ngedengerin kayak, ‘wah sepi nih lagunya’, bukan. Tapi aku pengen menonjolkan image lagu yang pure, lagu yang tulus. Yah, purity! Itu yang pengen aku tonjolin dari lagu ini,” ungkap pianis yang ternyata sangat menggemari film-film horor tersebut. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar