Pasar Sukun Kota Malang, Bakal Punya Wajah Baru

IMG-20190802-WA0014
Pasar Sukun

Malang (beritajatim.com) -Revitalisasi pasar rakyat di Kota Malang akan kembali dicanangkan, untuk kali ini tujuan pembenahan ulang tersebut, akan dilakukan di pasar Sukun yang terletak Jalan S. Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Tujuan dari revitalisasi ini kata Tri Rudi Irawanto adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, agar tidak beralih ke pasar moderen.

“Ini adalah program Pemerintah Kota Malang yang juga merupakan program dari presiden republik Indonesia, Nawacita, salah satunya yaitu merevitalisasi pasar rakyat agar tidak kalah saing dengan toko moderen” ucap Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat kepada beritajatim.com, Jumat (2/8/2019).

Wajah baru pasar Sukun tersebut nantinya akan dibenahi di beberapa titik, seperti bagian atap, lantai dan juga lapak pedagang.

“Yang pertama atapnya kan posisinya lebih rendah dan membuat pengap, itu nanti akan ditinggikan dan akan dibuat seperti pasar Klojen dan Oro-oro dowo, lantainya pun dibenahi dan lapak-lapaknya juga” imbuhnya.

Untuk tahun ini, Kota Malang akan merevitalisasi 4 pasar antara lain pasar Mergan, pasar Kasin, pasar Sawojajar dan juga pasar Sukun.

Untuk pengerjaan pasar Sukun sendiri dilakukan di awal bulan September, dan untuk pembangunam relokasi pedagang sementara, akan dilakukan pertengahan Agustus.

“Pelaksaaan kegiatan revitalisasi sendiri dilakukan setelah tender dari Unit Pengadaan Pemerintah Kota Malang rencana kira-kira bulan September sudah mulai running, dan untuk relokasi akan dilakukan akhir bulan Agustus, untuk pembangunan relokasi, maksimum pertengahan bulan Agustus dan tempat relokasinya akan dibangun di depan pasar Sukun, untuk pembangunan relokasi memakan waktu sekitar 2 minggu, kemudian nanti akhir bulan Agustus pedagang bisa masuk” tandasnya.

Sunarsih salah satu pedagang sembako di pasar tersebut menyatakan jika ia kurang setuju dengan relokasi yang akan dilakukan di depan pasar tersebut.

“Ya kurang setuju mas, dagangan saya loh banyak, sedangkan pasar yang untuk sementara nanti juga sempit, katanya ukuranya cuman 1 setengah meter, mau ditaruh mana nanti” paparnya.

Sependapat dengan Sunarsih, Nafis yang berjualan pakaian di pasar tersebut juga turut mengeluh.

“Saya ya gak begitu setuju mas, ya kan juga udah sempit, abis tu juga ga mungkin kalau pembangunannya cuman sebulan, pastinya nanti bakal lama” terangnya.

Menanggapi hal tersebut Tri Rudi Irawanto berpesan kepada para pedagang agar bisa lebih memahami terkait sistuasi ini.

“Namanya relokasi ya kalau minta bagus ya bukan relokasi namanya, itu juga harus dipahami oleh pedagang, tujuannya merevitalisasi pasar ya juga untuk mereka sendiri, istilahnya ya tirakat dulu lah untuk sementara waktu” ucapnya.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar