Pameran Seni Bertema Kesedihan di Malang

IMG-20190722-WA0009
Suasana pameran

Malang – Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan pameran seni bertajuk “Pesta Sedih” yang bertempat di Malang Creative Fusion Jalan Bantaran I no. 45 Kota Malang.

Acara yang diadakan mulai tanggal 20 hingga 22 juli 2019 ini, mengangkat tema serba sedih di setiap pajangan yang dipamerkan.

Hafizah Widya Amalia berkata jika pagelaran ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mereka yang belum bisa mengekspresikan kesedihannya.

“Kenapa yang pertama kebanyakan orang-orang tidak bisa mengekspresikan kesedihannya, dan mulai dari situ, saya berinisiatif untuk membuat sebuah wadah bagi mereka dan terbentuklah acara ini” ujar ketua pelaksana acara tersebut.

Karya seni yang ditampilkan pun beragam, mulai dari pajangan-pajangan gambar ilustrasi wanita yang sedang bersedih dengan diiringi bau kemenyan disetiap ruangannya, kaos-kaos estetik dan juga jam dinding antik.

Bukan hanya pameran seni saja, pada hari pertama diadakan “Sinau Teater Malang”, dan dilanjut dengan pementasan teater bertajuk “ABAB” karya Putu Wijaya, yang diperankan oleh Kelompok Bermain Kangkung Berseri (KBKB).

Di hari kedua seminar berjudul “Bicara Tentang Sedih” yang menjelaskan tentang bagaimana kesedihan harus dijadikan teman, lalu pada hari penutupan tergelar sebuah panggung seni dan sastra.

Saleh Tuanany (22) salah satu pengunjung pameran ini berkata jika dia merasakan sebuah makna kesedihan yang mendalam dalam pagelaran ini.

“Waktu masuk pertama kesannya serem, juga gelap, udah itu bau kemenyan lagi, tapi ketika melihat karya yang dipamerkan, begitu terseirat makna kesedihan yang mendalam” tandasnya.

Hafizah Widya Amalia juga berharap dengan tergelarnya acara ini, sebagai manusia, selayaknya tidak boleh takut akan yang namanya kesedihan.

“Harapan kedepan kita bisa membuat suatu influence atau pengaruh bahwa sedih itu siklus, jadi kita tidak boleh takut akan kesedihan” ucapnya.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar