Catatan Pendidikan Anak Usia Dini :

Menjadi Normal di era New Normal

Masa Yang Akan Datang adalah Sekarang

Tahun 2020, merupakan tahun yang begitu spesial. Setiap orang  akan memiliki memory yang cukup kuat di tahun ini. Setiap perubahan yang terjadi akan menjadi hal yang tidak akan terlupa di ingatannya. Tahun dimana ingatan tentang adanya perubahan pola hidup terkait Pandemi Covid 19 yang juga berpengaruh terhadap perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan di Indonesia. Pandemi covid 19 ini menorehkan memori yang terpenting di sepanjang sejarah pendidikan, tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Hampir semua aktivitas pembelajaran “terpaksa”  tidak lagi bisa dilakukan secara tatap muka dan hanya bisa dilakukan dengan kegiatan pembelajaran secara daring.

Hal yang sebelumnya tidak terpikirkan. Sesuatu yang seringkali dikenal sebagai suatu saat nanti, seringkali kita mendengar suatu saat nanti akan ada kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Ternyata suatu saat nanti inilah yang saat ini sedang dihadapi. Sebelumnya belum pernah terbayang,  saat sebelum pandemi ini datang, segala sesuatunya masih berjalan seperti biasa – biasa saja. Kegiatan pembelajaran masih di era yang normal. Setelah pemangku kebijakan sudah memutuskan terkait dengan segala jenis kegiatan pembelajaran selama masa Pandemi covid 19, maka segala sesuatu yang berjalan seperti biasa menjadi hal yang luar biasa. Terutama saat menginjak bulan Juni 2020, semester 2 pun akan segera berakhir. Tahun pelajaran 2019/2020 ini pun akan segera usai. Semua lembaga pendidikan “dipaksa” bersiap menyambut datangnya era New Normal. Bersiap sekarang atau tidak sama sekali.

Aneka Alat Pelindung Diri dan juga segala jenis perlengkapan untuk memenuhi protokol kesehatan di era New Normal ini pun sudah disiapkan dengan detail dan penuh pertimbangan. Lembaga sigap, guru bersiap dan Orangtua murid pun merasa ada jawaban atas setiap kegelisahan menghadapi era New Normal di dunia pendidikan. Pemangku kebijakan di bidang pendidikan saat ini menggodog apa dan bagaimana strategi yang bisa dilakukan menghadapi era New Normal. Kesiapan lembaga pendidikan merupakan kunci utama agar lembaga pendidikan mampu melalui tantangan yang muncul di era pandemi covid 19 ini. Bukan hanya nanti akan dilaksanakan inovasi pendidikan, tetapi kini saatnya merealisasikan inovasi pendidikan.

Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran di era Pandemi Covid 19

Persiapan menghadapi era New Normal ini dilakukan oleh semua jenjang pendidikan, bahkan lembaga pendidikan paud pun tidak ketinggalan. Segala macam persiapan telah dikerjakan. Dari persiapan fasilitas untuk memenuhi protokol kesehatan, aturan – aturan baru di era New Normal, dan juga peningkatan kualitas guru terutama di bidang penguasaan ilmu teknologi informasi. Teknologi informasi ini yang membantu guru dalam mewujudkan pembelajaran secara daring. Semua guru, tidak terkecuali guru paud akhirnya “dipaksa” bisa dengan segera menguasai segala hal baru di bidang teknologi informasi ini. Berbekal kemampuan adaptasi yang luar biasa, pandemi covid 19 membawa perubahan yang begitu besar tentang kemampuan guru paud dalam menguasai teknologi informasi.

Adaptasi adalah hal yang paling tepat dilakukan oleh guru, pun tidak terkecuali guru paud. Saat ini semua guru berupaya lebih literat, terutama dalam hal penguasaan teknologi informasi. Banyak hal yang telah dilakukan, dari mengikuti webinar berkaitan dengan pendidikan yang saat ini banyak diselenggarakan oleh lembaga baik pemerintah ataupun swasta sampai melakukan terobosan dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang akan datang. Mungkin pada awal pandemi covid 19, semua ini hanyalah sebuah hal yang tidak biasa. Sekarang ini guru sudah mulai terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh dengan segala macam bentuk strategi pembelajarannya.

Sudah bukan waktunya lagi bagi guru bertanya, kapan ini semua akan berakhir? Saat ini yang diperlukan adalah kreativitas dan inovasi pembelajaran yang efektif sehingga anak anak bisa tetap nyaman mengikuti segala jenis pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh guru paud pada umumnya adalah anak anak akan mengalami tingkat kebosanan apabila guru tetap mengacu pada kurikulum dan kegiatan yang dilakukan sebelum era pandemi covid 19 datang menyerang. Segala jenis kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hendaknya dikomunikasikan dengan orangtua murid sehingga tercapai kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Jadi harus ada penyesuaian kurikulum yang khusus dalam menghadapi pandemi covid 19 ini. Kurikulum yang dibuat harus memfokuskan pada kegiatan belajar yang menyenangkan dan juga mudah dipahami oleh orangtua selalu partner guru.

Catatan bahwa tidak semua wali murid memiliki waktu luang di pagi hari saat kegiatan pembelajaran secara daring dilaksanakan, tidak semua wali murid memiliki fasilitas untuk mendukung pembelajaran daring dan juga banyak lagi permasalahan yang timbul merupakan hal yang harus dicari jalan keluarnya. Demi mensikapi hal semacam ini maka guru harus bisa menyiasati, bagaimana cara memfasilitasi anak anak untuk tetap mendapatkan ilmu dan melakukan kegiatan pembelajaran dengan lancar meskipun di era pandemi tanpa harus membebani orangtua. Di sinilah peran kerjasama antara guru dan orangtua diperlukan.

Benang merahnya terdapat pada tujuan yang diinginkan dan diharapkan oleh kedua belah pihak, yaitu : anak bisa bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Guru, terutama guru paud, bisa memberikan arahan kepada orang tua berdasarkan tahapan perkembangan anak usia dini. Sehingga orangtua bisa menjadi partner guru dalam hal melaksanakan kegiatan belajar di rumah. Guru paud juga bisa menyederhanakan segala macam kegiatan sehingga orangtua tidak merasa terbebani dalam mendampingi kegiatan belajar di rumah putra putrinya. Guru paud juga harus mampu menciptakan sebuah kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menjadikan anak anak aktif mengikuti kegiatan yang diberikan. Karena sejatinya anak anak adalah pribadi yang aktif, sehingga guru harus bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk perkembangan mereka. Perkembangan anak usia dini menjadi poin yang penting dalam menyusun segala kegiatan pembelajaran yang menyenangkan ini.

Komunitas Pembelajar : Orangtua, Sekolah dan Masyarakat sekitar

Pertanyaan baru kemudian akan muncul, akankah pendidikan dengan pola belajar di rumah ini akan berhasil? Jawabannya adalah iya, segala pola belajar yang diterapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal apabila sekolah dan orangtua satu visi. Penguatan kerjasama antara guru, orangtua dan masyarakat sekitar sangatlah diperlukan.

Sudah waktunya untuk membangun sebuah komunitas pembelajar, baik itu di lingkungan keluarga sebagai lingkungan inti anak anak maupun komunitas pembelajar di masyarakat. Mengapa demikian? Karena masyarakat memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak. Jadi sangat penting untuk membangun sebuah komunitas masyarakat pembelajar sehingga anak anak mendapatkan ilmu selain dari keluarga mereka, ilmu dari sekolah mereka dan anak anak juga akan mendapatkan ilmu dari lingkungan sekitar terdekat mereka.

Perlu digarisbawahi bahwa segala hal yang new normal adalah hal normal bagi masa depan yang akan dilalui oleh anak – anak. Jadi saat ini jenis pembelajaran life skills dan konsep merdeka belajar sangatlah diperlukan untuk memberikan dasar bagi anak. Bagaimana cara mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan di era New Normal dan juga bagaimana mereka bisa mendapatkan ilmu yang manfaat dari sekitar?  Era New Normal sudah bukan lagi New Normal. Kita sudah tidak akan mungkin bisa kembali ke masa sebelum Pandemi Covid 19 ini datang. Mau tidak mau, suka tidak suka era New Normal ini adalah era Normal di masa sekarang ini.

Perubahan yang begitu cepat dan hal hal yang dipaksa untuk segera berubah menjadikan kemampuan beradaptasi dengan cepat dan cermat sangatlah diperlukan dan lama kelamaan akan semakin terasah.  Waktu akan terus berjalan, dan apabila guru sebagai ujung tombak pendidikan, orangtua sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter positif anak dan juga masyarakat yang juga memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak  tidak segera bersatu dan mengambil sikap yang sigap dan cermat, maka masa depan anak anak bangsa Indonesia ini yang akan dipertaruhkan. Pendidikan harus tetap berjalan maksimal, kreativitas harus semakin digali. Inovasi pendidikan harus sering dilakukan. Semua ini demi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Mari bergandengan tangan menjalankan cara Normal di era New Normal demi mewujudkan generasi unggul dan tangguh masa depan Indonesia.

Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd
Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini
Kepala TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah
Founder Rumah Belajar Al Fajr Indonesia
Penulis Buku

Apa Reaksi Anda?

Komentar