Iklan Banner Sukun

Mengenal Layanan Ebilling untuk Kemudahan Pembayaran Pajak

Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu upaya pemerintah dalam memberikan layanan pajak yang mudah dan efisien adalah ebilling. Saat ini teknologi digital sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kini hampir semua kegiatan dapat dilakukan secara online, tak terkecuali membayar pajak yang merupakan kewajiban dari warga negara.

Sejarah Perkembangan Cara Pembayaran Pajak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kehadiran dari ebilling memang sangat memberikan kemudahan bagi para wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya. Selain mudah, metode pembayaran pajak yang satu ini juga terbukti aman dan efisien sehingga wajib pajak sudah tidak perlu lagi mengurus kewajiban pajaknya secara manual. Meskipun begitu, metode pembayaran pajak melalui ebilling masih tergolong baru diluncurkan.

Sebelum ada e-billing, metode pembayaran pajak cukup rumit dan berbelit, semuanya harus dilakukan secara manual. Metode semacam ini tentu kurang disukai oleh para wajib pajak, baik itu wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan karena sulit dan memakan waktu. Oleh karena itu mulai dari metode sederhana hingga hadirnya e-billing, cara pembayaran pajak sudah mengalami sejarah perkembangan yang cukup panjang, di antaranya yaitu:

1. Cara Pembayaran Pajak di Kantor Kas Negara Secara Langsung
Pada tahap awal perkembangannya, cara pembayaran pajak hanya bisa dilakukan dengan mengunjungi kantor kas negara secara langsung. Hal ini terjadi karena pada masa itu dunia digital masih belum berkembang, sehingga hampir semua kegiatan hanya bisa dilakukan secara manual. Oleh sebab itu semua wajib pajak baik itu wajib pajak pribadi (perseorangan) maupun wajib pajak badan (perusahaan atau organisasi) harus melaksanakan kewajiban pajaknya secara langsung dengan mendatangi kantor kas negara.

Cara seperti ini tentu sulit, terutama bagi wajib pajak yang berada di kota atau daerah terpencil mengingat kantor kas negara yang hanya ada di kota-kota besar. Kesulitan akses menjadi faktor utama mengapa cara pembayaran pajak di kantor kas negara secara langsung kurang disukai oleh masyarakat, dan jumlah wajib pajak yang benar-benar melaksanakan kewajibannya secara teratur masih sangat sedikit.

2. Pembayaran Pajak Melalui Perantara Bank
Karena pemerintah melihat masalah yang ditimbulkan akibat metode pembayaran pajak secara langsung, maka Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak akhirnya meluncurkan metode pembayaran pajak yang baru yaitu melalui perantara bank. Sesuai dengan namanya, melalui metode ini para wajib pajak baik itu wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan dapat melakukan pembayaran pajak melalui bank tanpa harus mengunjungi kantor kas negara. Seperti yang kita ketahui, keterjangkauan bank memang lebih luas, karena bank juga tersedia di kota-kota atau daerah terpencil.

Metode semacam ini memang memberikan keunggulan dibandingkan dengan metode langsung, namun ada juga kelemahan dari metode ini. Kelemahannya adalah tidak semua bank dapat diakses untuk membayar pajak, hanya beberapa bank yang ditunjuk oleh pemerintah saja, kebanyakan bank negara. Pada masa itu tidak semua orang memiliki rekening di bank BUMN, sehingga metode ini menunjukkan kelemahan meskipun kualitas layanannya sudah meningkat dibandingkan dengan metode langsung.

3. Pembayaran Pajak secara Online
Tahap selanjutnya dalam perkembangan metode pembayaran pajak adalah metode pembayaran pajak secara online. Pemerintah dalam hal ini kementerian keuangan (Direktorat Jenderal Pajak) terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkenaan metode pembayaran pajak untuk memberikan kemudahan dan efisiensi kepada masyarakat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka aktivitas pembayaran pajak pun disesuaikan melalui pemanfaatan teknologi online. Melalui metode ini, para wajib pajak hanya perlu datang ke kantor pelayanan pajak untuk mendaftarkan metode pelaporan pajak online.

Setelah itu, seluruh kegiatan mulai dari pendataan, pelaporan, hingga pembayaran pajak dapat dengan mudah dilakukan secara online. Namun pada tahap awal peluncurannya masih banyak wajib pajak yang belum mengerti perihal layanan pajak online, baik itu karena kurangnya sosialisasi maupun karena keterbatasan pengetahuan akan teknologi terutama bagi wajib pajak lanjut usia maupun yang berada di daerah terpencil.

4. Pembayaran Pajak melalui Ebiling Pajak
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemerintah memang selalu berinovasi dengan memperhatikan kekurangan dari metode pembayaran pajak yang lalu untuk melakukan perbaikan dan pengembangan di tahap peluncuran metode selanjutnya. Inilah yang dapat kita lihat dalam metode pembayaran pajak melalui e-billing.

Sederhananya, e-billing pajak merupakan sebuah metode pembayaran pajak terbaru yang memungkinkan wajib pajak untuk bisa membayar pajak secara online tanpa harus datang dan antre lagi di kantor pelayanan pajak atau di bank. Metode pembayaran pajak melalui e-billing ini diluncurkan untuk menggantikan metode \ pembayaran pajak sebelumnya yaitu pembayaran secara manual yang menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).

Sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-11/PJ/2016, semua bank yang menerima pembayaran pajak diwajibkan untuk metode pembayaran pajak melalui e-billing sebagai wujud penerapan Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua, atau yang disingkat menjadi MPN G2 dan sepenuhnya meninggalkan metode pembayaran manual.

Untuk dapat mengakses fitur e-billing, wajib pajak harus mendapatkan ID e-billing terlebih dahulu salah satunya melalui ASP yang telah disahkan oleh DJP untuk membuat ID billing. Aplikasi e-billing yang disahkan oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah aplikasi yang dapat memberikan solusi terintegrasi untuk pelunasan kewajiban bagi wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan.

Tahapan Mengakses Ebilling Pajak
Anda sudah tidak perlu khawatir karena kenyataannya membayar pajak melalui metode ebilling tidaklah sulit. Hanya ada beberapa langkah mudah yang harus Anda lakukan, di antaranya:

1. Membuat Akun Ebilling Pajak Surat Setoran Elektronik (SSE)
Pertama-tama, Anda perlu membuat akun ebilling SSE terlebih dahulu. Syarat pembuatan akun ebilling tidaklah rumit karena Anda hanya akan diminta NPWP. Oleh karena itu penting untuk dipastikan bahwa Anda sudah memiliki NPWP sebelum mendaftar akun ebilling. Pendaftaran akun ebilling dapat dilakukan melalui tautan berikut: https://djponline.pajak.go.id/account/login.

2. Membuat Kode ID Ebilling Pajak
Tahap selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat kode ID ebilling. Untuk membuat kode ID ebilling, Anda hanya perlu mengakses laman resmi DJP, login ke akun ebilling yang sudah terdaftar, dan masuk ke menu pembuatan kode ID ebilling SSE. Setelah itu Anda hanya perlu mengikuti instruksi yang terdapat di layar. Pastikan Anda telah memenuhi semua persyaratan dan mengikuti instruksi dengan baik.

3. Cetak Kode ID ebilling Pajak
Setelah memiliki kode ID ebilling, tahap selanjutnya adalah mencetak kode ID ebilling yang telah dikirimkan. Tahap ini sangatlah mudah, Anda hanya perlu mencetak kode ID ebilling di selembar kertas untuk proses pembayaran pajak. Pastikan bahwa hasil cetaknya jelas dan dapat terbaca dengan baik.

4. Membayar Pajak
Apabila semua tahap di atas sudah berhasil dilakukan, maka selanjutnya Anda sudah bisa langsung membayar pajak dengan datang langsung ke teller bank, ATM, mini ATM, kantor pos, atau melalui internet banking. Cara untuk membayar pajak melalui ebilling adalah sebagai berikut:

Melalui ATM Bank BRI
Masukkan PIN
Pilih Transaksi Lain
Pilih Pembayaran
Pilih Lainnya , Pilih Lainnya ( lagi )
Pilih MPN
Masukkan 15 digit Kode Billing
Pastikan data benar , jika yakin pilih YA

Melalui ATM Bank BCA
Masukkan PIN
Pilih Transaksi Lain
Pilih Pembayaran
Pilih MPN / Pajak
Pilih Penerimaan Negara
Masukkan 15 digit Kode Billing
Pilih Benar
Pastikan data benar , jika yakin pilih YA

Melalui ATM Bank BNI
Masukkan PIN
Pilh Menu Lain
Pilih Pembayaran
Pilih Pajak / Penerimaan Negara
Pilih Pajak / PNBP / Bea Dan Cukai
Masukkan 15 digit Kode Billing
Pastikan data benar , jika yakin pilih YA

Melalui ATM Bank Mandiri
Masukkan PIN
Pilih Bayar / Beli
Pilih Lainnya
Pilih Penerimaan Negara
Pilih Pajak / PNBP / Bea Dan Cukai
Masukkan 15 digit Kode Billing
Pastikan data benar , jika yakin pilih YA

Istilah-Istilah Penting dalam Ebilling Pajak

Billing System
Billing system adalah sistem pajak yang dibayarkan secara online melalui kode billing

Kode billing
Kode billing adalah kode identifikasi atas suatu jenis pembayaran atau setoran pajak yang akan dilakukan oleh wajib pajak yang diterbitkan melalui sistem billing.

Aplikasi billing Direktorat Jenderal Pajak
Aplikasi billing Direktorat Jenderal Pajak merupakan salah satu bagian dari sistem billing DJP yang menyediakan layanan berupa aplikasi berbasis web bagi Wajib Pajak untuk menerbitkan Kode Billing.

Bank persepsi dan kantor pos persepsi
Bank atau kantor pos persepsi adalah pihak yang menyediakan layanan setoran penerimaan negara. Mereka berperan sebagai collecting agent dengan memanfaatkan surat setoran elektronik.

Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)
Istilah NTPN merujuk pada nomor tanda bukti pembayaran ke kas negara yang tertera pada Bukti Penerimaan Negara.

Aplikasi Pengelolaan Pajak
Melihat penjelasan di atas, kita semua pasti sepakat bahwa proses pembayaran kini dapat dilakukan secara lebih mudah dengan memanfaatkan layanan ebilling dari Direktorat Jenderal Pajak. Kehadiran sistem ebilling ini terbukti dapat membuat proses pelunasan kewajiban pajak menjadi lebih efisien. Namun bagi Anda pelaku usaha ataupun badan yang membutuhkan proses pengurusan pajak dengan lebih mudah, teratur, dan akuntabel, maka sangat disarankan untuk memanfaatkan aplikasi pengelolaan pajak terbaik seperti Mekari Klikpajak.

Aplikasi ini termasuk ke daftar aplikasi pengelolaan pajak terbaik di Indonesia karena memiliki fitur yang lengkap mulai dari e-Registration, e-SPT, e-Filing, e-Faktur, serta e-Biling. Saat ini aplikasi Mekari Klikpajak juga sudah terdaftar sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak, sehingga keamanan data sangat terjamin.

Demikianlah tadi telah kami rangkum penjelasan lengkap mengenai salah satu layanan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak yang mempermudah wajib pajak dalam proses pembayaran pajak, yaitu ebilling. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa layanan ebilling yang dihadirkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sangat memberikan kemudahan bagi wajib pajak karena proses pembayaran pajak kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Selain itu kita juga dapat mengetahui bahwa ada aplikasi terpercaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola pajak terutama bagi wajib pajak badan, yaitu Mekari Klikpajak yang dapat dimanfaatkan untuk proses pengelolaan pajak secara lebih maksimal. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev