Mahasiswa UNS Beri Pelatihan Mie Labu Kuning ke Masyarakat Majasem Ngawi

IMG_4614-min
Tim PKM UNS memberikan fasilitas pendukung berupa alat pembuat mie kepada masyarakat Majasem

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), event tahunan yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti).

Salah satu tim Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang lolos didanai yakni tim CUMONO.

Mengambil bidang PKM pengabdian masyarakat, tim ini menginisiasi hasil pertanian berupa labu kuning/ waluh menjadi campuran mie dengan memberdayakan ibu-ibu di Dusun Sapen RT 01/03 Desa Majasem, Kec. Kendal, Kab. Ngawi.

CUMONO merupakan singkatan dari Cucurbita Moschata Noodle yang lebih familiar disebut Mie Waluh.

Tim pelaksana PKM ini merupakan kolaborasi mahasiswa FISIP dan Fakultas Pertanian yang diketuai Austiva Alma Rahmawati Hasyim dan beranggotakan Herlina, Atika Susillo Putri, dan Alfaradi Krisna Ocsyta.

Alasan memilih desa Majasem sebagai tempat pengabdian sebab desa ini merupakan penghasil labu kuning dan kurangnya kreativitas masyarakat untuk menjual labu kuning dalam bentuk olahan.

Dari situlah muncul ide untuk menjadikan labu kuning sebagai olahan khas Majasem berupa mie basah dan mie kering. Tim ini telah melaksanakan kegiatan selama satu bulan sejak 20 April – 11 Mei 2019, dengan berkumpul di salah satu rumah warga tiap minggu di hari Sabtu siang.

Kegiatan yang mereka lakukan meliputi sosialisasi kandungan gizi labu kuning, pelatihan pembuatan mie labu kuning, cara pengemasan, dan pembentukan kaderisasi untuk keberlanjutan program ini.

Pihak dinas koperasi dan usaha mikro, Mujiati pun berkunjung ke tempat pelatihan pada 4 Mei 2019  untuk memberikan pemahaman pentingnya inovasi dari bahan di sekitar kita dan memotivasi ibu-ibu desa Majasem untuk berkreasi dengan bahan waluh yang mudah mereka dapatkan.

Kepala Desa pun turut bangga dengan adanya inovasi ini dan harapannya bisa meluas ke pasaran, serta dapat memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di desa Majasem.

Proses pembuatan produk mie ini dirasa tidak sulit dan menggunakan alat yang sudah ada di pasaran. Langkah pembuatan diawali dengan menakar bahan pembuat mie yang meliputi labu kuning, tepung terigu berprotein tinggi, tepung tapioka, tepung sagu, garam, dan telur.

Dalam proses pembuatan adonannya tidak menggunakan air karena labu kuning sudah memiliki kandungan air yang cukup banyak.

Tahap pengolahan labu kuning yakni dikukus sampai matang, kemudian dihaluskan dan peras hingga kandungan airnya berkurang. Adonan labu yang demikianlah yang dipakai untuk campuran pembuatan mie.

Campurkan semua bahan kemudian ulen hingga membentuk adonan yang siap untuk dipipihkan sesuai dengan ukuran ketebalan mie yang diinginkan dan giling pipihan tersebut menjadi mie.
Taburi dengan sedikit tepung agar antarbagian dapat terpisah. Produk mie basah pun telah jadi. Untuk mie kering, memiliki proses lanjutan dengan memasukkan mie ke dalam cetakan dan dikukus selama 10-15 menit. Kemudian tiriskan dan siap dijemur. Usahakan pengeringan di bawah terik matahari tidak melebihi pukul 10 pagi, sebab berkaitan dengan kandungan mie labu kuning ini. Masa pengeringan tergantung pada cuaca juga dan setelahnya siap untuk dikemas.

Apa Reaksi Anda?

Komentar