Mahasiswa UMM Beri Edukasi Bahaya Corona di Desa Sooko Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 13 gelombang 3 telah mengadakan kegiatan penyuluhan atau edukasi mengenai covid-19 dan new normal di Desa Sooko Kabupaten Mojokerto.

Penyuluhan ini dilakukan door to door demi mengurangi risiko kontak langsung dengan banyak masyarakat. Dari penyuluhan ini diharapkan masyarakat tetap waspada terhadap covid-19 dan menjalankan new normal dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.

“Pandemi corona ini mengharuskan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan covid-19 dan beradaptasi dengan kenormalan yang baru dengan tetap mematuhi protocol kesehatan seperti mengenakan masker ketika keluar rumah, cuci tangan sesering mungkin dan menjaga jarak.” ungkap Fikri ketua PMM 13

Selain penyuluhan, juga memberikan pelatihan untuk membuat masker kain dengan memanfaatkan kain yang tidak terpakai. Penyuluhan dan pelatihan ini dilaksanakan di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah payung program kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UMM dimana salah satu bagian di dalamnya termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berada di bawah naungan Direktorat Penelitian dan Program Pengabdian Masyarakat (PMM).

Kegiatan kami diawasi dan dibimbing langsung oleh  Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Lilis Setyowati, S.Kep., MSc. selaku dosen Prodi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Menurut Risky Amalia Kegiatan PMM yang dilakukan oleh Kelompok 13 selama kurang lebih 30 hari terhitung sejak tanggal 25 Juli 2020.

“Selain memberikan edukasi mengenai covid-19 dan new normal, pelatihan membuat masker, akan ada pembagian masker gratis dan juga kegiatan menarik lainnya. Dalam melakukan PMM, kami tak lupa untuk menerapkan protokol-protokol kesehatan.”pungkas Risky. (ted)

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar