Mahasiswa UINSA Branding Produk Lokal Desa Wisata Jembul Mojokerto

WhatsApp Image 2019-04-27 at 23.33.01

Mojokerto – Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Islam memiliki tanggungjawab  dalam memberikan kontribusi pengetahuan dan ketrampilan pada masyarakat sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepedulian kampus ini diimplementasikan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang sekaligus melaksanakan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Program ini juga sesuai dengan visi dan misi Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu Menjadi Pusat Pengembangan Dakwah Tranformatif Berbasis Riset dan Teknologi dengan misi yang terkait dengan pengabdian masyarakat yaitu mengembangkan pola pengembangan masyarakat berbasis keilmuan, riset, dan spiritualitas.

Dengan tema “Implementasi pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan wisata desa “, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Program Studi Ilmu Komunikasi semester 6 mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat guna meningkatkan potensi wisata desa yang ada di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari yaitu 26-28 april 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang dan 1 dosen pembimbing.

Menurut Ali Nurdin selaku pembimbing mengatakan dengan adanya acara kegiatan Jembul Village Festival ini merupakan ruang berbagi bersama antara mahasiswa dengan masyarakat.

“Mahasiswa dapat memberikan kontribusi pemikiran sekaligus transformasi teknologi kerajinan berbahan bambu dan berbahan produk lokal dan manfaat dari kegiatan ini bagi mahasiswa dapat memperdalam pengetahuan tentang kehidupan bermasyarakat. Sedangkan, bagi masyarakat kegiatan bermanfaat untuk memberdayakan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.

Kegiatan  pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan yang dilakukan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah – tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani permasalahan yang dihadapi, dan juga dapat berperan dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus memberikan perencanaan dan solusi dalam membangun perekenomian dan lingkungan sekitar, melalui proses belajar sesuai dengan bidang keprofesian yang telah diperoleh.

Desa Jembul merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Mojokerto yang memiliki tiga wisata sekaligus. Seperti Air Terjun Kabejan, Bukit Pelangi dan Kolam Renang di atas bukit. Desa Jembul juga memiliki banyak tanaman bambu yang berpotensi untuk dijadikan icon dari Desa Jembul. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan bambu untuk dijadikan souvenir atau oleh-oleh khas Desa Jembul. Sehingga diadakan acara ini guna meningkatkan potensi yang ada di Desa Jembul tersebut.

Audiyah Maulid Dina selaku ketua panitia mengatakan pada hari pertama acara Pengabdian Masyarakat akan diisi dengan kegiatan pelatihan kerajinan berbahan bambu bersama masyarakat Desa Jembul, sedangkan untuk hari kedua  ada workshop branding dan hari ketiga diadakan festival kerajinan bambu dan produk khas dari Desa Jembul.

“ Pada pelatihan, narasumber kami datangkan dari UMKM Jawa Timur Bapak Ruli Kusumahadi sebagai pengisi materi potensi pemasaran produk dan Bapak Toyib sebagai pengrajin bambu asal Mojokerto” ujarnya.

Acara ini disambut antusiasme oleh masyarakat Desa Jembul baik dari kalangan anak karang taruna dan ibu-ibu PKK. Salah satunya Said selaku ketua karang taruna desa setempat yang mengikuti acara pelatihan kerajinan bambu pada hari kedua mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga setempat. “Nggih mbak. Acara ini dibutuhkan sekali oleh warga karena kita diajarkan desain media sosial yang menarik.”

Toyib sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat ini, dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat mengetahui bahwa bambu dapat digunakan sebagai produk khas desa ini yang dapat dijual murah.

“Bisa dijual kok. Apalagi kalau bambunya diolah menjadi gantungan kunci, vas bunga, asbak rokok dan hiasan depan pintu rumah atau kamar,” tuturnya.

Sementara itu Ruli Kusumahadi menjelaskan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memasarkan produk yang telah dibuat oleh masyarakat Desa Jembul ini dengan mudah.

“Pertama cari tahu mangsa pasar. Setelah itu menjalin kerja sama dengan UMKM kabupaten supaya ketika produk lebih dikenal masyarakat luas,” jelasnya.

Pada hari ketiga merupakan puncak serangkaian kegiatan pengabdian ini. Dari Jembul Village Festival akan ada pameran hasil kerajinan bambu yang dibuat oleh ibu-ibu PKK beserta mahasiswa, lalu hasil karya tersebut akan dijual kepada pengunjung wisata. Setelah itu acara kegiatan ini ditutup dengan dilakukan penyerahan cinderamata beserta penyerahan alat pengrajin bambu kepada  Suyitno selaku Kepala Desa Jembul.(sab/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar