Mahasiswa Polinema Ciptakan Barang Pengganti Batu Bara

IMG-20190711-WA0022
3 mahasiswa Polinema dengan barang buatanya

Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Malang tak henti-hentinya berkarya dalam perkembangan zaman menuju Sustainable Development Goals 2030.

Salah satunya mahasiswa dari Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) ini. Mereka membuat sebuah energi terbarukan untuk menggantikan batu bara.

Galuh Citra Cahya Rohmana, Muhammad Suharto, dan Naila Adiba Adalah mahasiswa jurusan tekhnologi kimia industri dari angkayan 2016 dan 2017.

Mereka memanfaatkan limbah sterofoam dan juga limbah makanan seperti nasi bekas dan bayam untuk membuat energi terbarukan, yang diberi nama “Bricketting poly-styrene waste dengan metode thermal decomposition sebagai boiler fuel ramah lingkungan”.

“Bahan baku seperti nasi bekas dan juga bayam tersebut di keringkan di suhu 60 derajat celsius selama 3 hari bersama limbah sterofoam yang sudah di potong menjadi kecil” tutur Suharto, Kamis (18/07/19).

Dari bahan baku yang sudah dikeringkan kemudian diproses lagi sehingga membentuk suatu bahan yang serupa dengan batu bara.

“Habis itu dimasukkan furnish dengan variable rasio, suhu, dan juga lama waktu prosesnya, nanti hasilnya akan berbentuk seperti arang dan kemudian ditunggu sampai suhu 80 derajat celcius”ungkapnya.

Penelitian mereka dibiayai oleh negara, sehingga mereka tidak mengeluarkan uang pribadi untuk melakukan risetnya.

Dari pihak kampus pun juga sangat mendukung, bahkan mereka ingin mengajukan hak cipta untuk karyanya tersebut, namun mereka disarankan untuk bersabar dan mengakaji ulang penelitian tersebut.

“Dari pihak kampus ingin membantu kita untuk menetapkan hak cipta, namun mereka menyuruh kita untuk mengkaji ulang penelitian ini agar kita mengerti apakah ada dampak dari asap pembakaran bahan tersebut dan lainya dahulu” jelas mahasiswa angkatan 2016 tersebut.

Tujuan dan harapan penelitian ini adalah agar sumber daya alam seperti batu bara ini mempunyai pengganti agar tidak sampai habis dipergunakan. “Harapanya adalah agar karya ini bisa menggantikan, atau minimal menjadi campuran batu bara, agar sumber daya alam tersebut tidak sampai habis digunakan manusia untuk kebutuhanya”. tutur Suharto.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar