Mahasiswa KKN Unesa Sosialisasi Protokol Kesehatan di Desa Simo Kendal Ngawi

Hajatan di Desa Simo Kecamatan Kendal Ngawi dilakukan Protokol Kesehatan yang ketat

Ngawi (beritajatim.com) – Desa Simo merupakan salah satu Kampung Tangguh di Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Program yang diusung oleh Desa Simo adalah Kampung Tangguh Lima Bidang yang meliputi Ketahanan Pangan, Ketahanan Kesehatan, Ketahanan Keamanan, Ketahanan Sistem Informatika dan Ketahanan Bencana.

Salah satu bidang ketahanan yaitu ketahanan kesehatan, masih belum maksimal dipahami oleh masyarakat Desa Simo. Apalagi di masa Pandemi Covid-19, masyarakat justru dituntut untuk tetap menjaga kesehatan.

KKN UNESA pada Jumat (21/8/2020) melakukan sosialisasi edaran KEMENKES RI tanggal 20 April 2020 perihal Aktivitas Fisik di masa Pandemi Covid-19 Bagi Orang dengan Faktor Risiko PTM (Penyakit Tidak Menular).

Ketua KKN UNESA, Shofyan Ali menyampaikan, kondisi masyarakat di Desa Simo kurang memperhatikan kesehatan seperti pola hidup sehat dan kurang berolahraga.

Atas dasar di atas, tim KKN UNESA bekerja sama dengan Ketua PKK, Ibu Sugino untuk mensosialisasikan edaran tersebut yang digelar pada Jumat (21/8/2020) bertepatan dengan arisan ibu-ibu PKK.

“Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat untuk meningkatkan imunitas agar tidak mudah tertular Covid-19 di samping tetap beraktivitas sesuai protokol kesehatan,”terang Shofyan di depan Kantor Desa Simo.

“Selain sosialisasi edaran KEMENKES RI tanggal 21 April 2020, kami juga memberikan contoh-contoh olahraga ringan yang dapat di lakukan untuk selingan aktivitas harian ibu-ibu,” tukas Shofyan.

Di Desa Simo, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi  telah menggelar acara pernikahan untuk pertama kalinya di masa Pandemi Covid-19. Kepala Desa Simo, Sugino mengatakan, acara pernikahan berlangsung terpisah selama dua hari, Senin (3/8/2020) dan Kamis (6/8/2020).

Ia menyampaikan, gelaran acara ini telah dikonsep sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, kami berani menggelar acara terebut,” kata Sugino, saat ditemui di kediamannya.

Selama acara berlangsung, Sugino menyebut, petugas jaga akan dibantu oleh teman-teman relawan dari KKN UNESA Gelombang 4 yang saat itu sedang KKN di Desa Simo. Sugino menahbahkan, tamu undangan diwajibkan memakai masker.

“Kami tim relawan dari KKN UNESA akan mengecek satu per satu undangan, memastikan mereka memakai masker dan mengecek suhu tubuh. Selanjutnya tamu diimbau untuk mencuci tangan terlebih dahulu lalu memasuki bilik yang akan menyemprot cairan
desinfektan. Kemudian, tamu diharuskan memakai handsinitizer yang telah disediakan,” terang Shofyan.

Sugino menambahkan, tamu undangan yang hadir disilakan langsung pulang setelah menyerahkan amplop dan menerima nasi kotak agar tidak membuat kerumunan.

Beberapa tamu yang tidak berkenan mencuci tangan dengan alasan telah mencuci tangan di rumah dipaksa oleh petugas untuk mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Sementara itu, Sugino menyampaikan, pelaksanaan acara hajatan sesuai protokol kesehatan ini sebagai bagian dari program Kampung Tangguh Ketahanan Kesehatan.

Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi memiliki potensi alam yang melimpah, salah satu di antaranya adalah jamur tiram.
Selama ini, para petani jamur di Desa Simo menjual jamur tiram sebagai bahan mentah kepada para pedagang sayur.

Tim KKN UNESA melihat adanya potensi untuk menaikkan nilai jual jamur tiram, yaitu dengan mengolahnya menjadi nugget jamur, Jumat (21/8/2020), anggota KKN UNESA mengundang ibu-ibu PKK untuk mengikuti seminar pembuatan nugget jamur.

Sekretaris KKN UNESA sekaligus pemateri seminar, Eka
Dyah menyampaikan, tujuan diadakan seminar adalah sebagai pengembangan potensi produk jamur tiram di Desa Simo. Mereka memberi nama nugget jamur tersebut dengan Ikino Nugget.

Eka juga memberi contoh design kemasan dan stiker merk pada siang itu. Design kemasan luar sengaja menggunakan anyaman bambu sebagai bentuk kerjama sama dengan pengrajin anyaman bambu yang banyak ditemui di Desa Simo.

“Kami sengaja menggandeng mereka untuk membuat bungkus luar Ikino Nugget agar anyaman bambu tidak hanya dijual sebagai gedhek. Semoga ke depan, Ikino Nugget ini dapat menjadi produk unggulan desa,” tambah Eka saat usai seminar. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar