Jr. NBA Global Championship 2020 Tawarkan Kompetisi Virtual

Jakarta – Hampir 3,000 remaja berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Jr. NBA (Jr. NBA Global Championship) 2020 yang resmi dimulai pada Kamis (23/7). Para remaja tersebut akan bertemu dan bersaing melawan pebasket muda lain dari seluruh dunia serta memperoleh berbagai keterampilan hidup (life skill), kegiatan komunitas (community service), dan pengalaman bertukar budaya (cross-cultural experience). Jr. NBA Global Championship tahun ini tidak jauh berbeda dari dua acara sebelumnya, hanya saja kali ini semua akan berlangsung secara virtual.

Setelah COVID-19 membuat banyak kegiatan olahraga terhenti pada Maret lalu, staf NBA pun segera mencari cara untuk menggelar kejuaraan dunia, yang menekankan empat nilai utama Jr. NBA, yaitu kerja sama tim (teamwork), rasa hormat (respect), tekad (determination), dan komunitas (community).

“Kami mempertimbangkan semua skenario, tetapi kami bertekad mencari cara untuk menghadirkan keseruan acara dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keamanan komunitas Jr. NBA,” kata David Krichavsky, Head of Youth Basketball Development, NBA.

Pertama, beberapa minggu setelah wabah merebak, tim Jr. NBA berhasil menghadirkan program Jr. NBA at Home (https://jr.nba.com/jrnbaathome/), yang menyediakan ratusan video berisi pelatihan keterampilan bermain basket dan pelajaran untuk membangun kebiasaan baik untuk generasi muda. Kedua, “Kami merasa bertanggung jawab atas komunitas Jr. NBA”, kata Krichavsky. “Mereka sangat menyukai basket dan kami tahu Jr. NBA Global Championship adalah acara yang mereka nantikan. Jadi, kami berusaha untuk menyajikannya dengan cara terbaik dan seaman mungkin.”

Dengan melibatkan kerja sama dari berbagai departemen, NBA pada akhirnya mengumumkan pertandingan yang akan berlangsung hingga pertengahan Agustus dan menampilkan tim terbaik yang terdiri dari pemain putra dan putri berusia 13 dan 14 tahun dari delapan wilayah AS (Tengah/Central, Atlantik Tengah/Mid-Atlantic, Barat Tengah/Midwest, Timur Laut/Northeast, Barat Laut/Northwest, Selatan/South, Tenggara/Southeast, dan Barat/West) dan delapan wilayah internasional (Afrika, Asia-Pasifik, Kanada, Cina, Eropa & Timur Tengah, India, Amerika Latin, dan Meksiko).

Para tim akan berkompetisi dalam rangkaian pertandingan basket secara virtual menggunakan HomeCourt, sebuah aplikasi pelatihan basket seluler, yang menggunakan teknologi artificial intelligence canggih untuk menilai beberapa metrik utama, seperti, kecepatan (speed), loncatan vertikal (vertical jump), ketepatan tembakan (shot accuracy), kecepatan melempar bola (release time), dan kontrol bola (ball handling). Tim dari setiap wilayah  akan ambil bagian dalam kejuaraan berbasis bracket yang terbagi ke dalam wilayah AS dan internasional dengan sistem gugur (single-elimination), dan satu dari dua wilayah akan dieliminasi setiap minggunya. Masing-masing pemenang perwakilan AS dan internasional akan berhadapan dalam kejuaraan dunia pada bulan Agustus.

Jr. NBA Global Championship pertama kali diadakan pada tahun 2018, namun baru hadir di negara-negara Asia Pasifik sejak tahun 2019. Sejak awal, pertandingan bukanlah satu-satunya fokus Jr. NBA Global Championship. Kejuaraan ini juga mengembangkan seluruh aspek dari atlet-atlet muda, dan tahun ini, Jr. NBA bekerjasama dengan VirBELA dan Event Farm untuk mendorong pengalaman pertukaran budaya. VirBELA menciptakan kampus virtual di mana para pemain dapat menggunakan avatar mereka untuk berinteraksi dengan pemain lain, tidak peduli di mana pun mereka berada. Kampus virtual akan mencakup berbagai aspek termasuk gaya hidup, kebudayaan, musik, hal menarik, scavenger hunts dan berbagai pertandingan interaktif serta koten lain dari seluruh tim NBA dan WNBA.

Para pemain juga akan berpartisipasi dalam sesi pembelajaran tentang kepemimpinan dan life skill, termasuk diskusi tentang keadilan sosial, ras, dan kesehatan mental maupun fisik. Diskusi ini akan dibawakan oleh fasilitator muda dan difokuskan pada kesempatan pemain dan para pemimpin generasi selanjutnya untuk memimpin gerakan dan membuat perubahan jangka panjang.

Sebagai informasi tambahan, terdapat tiga anak Indonesia yang mewakili Asia Pasifik dalam Jr. NBA Global Championship 2019. Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, dan Brian Leonard terpilih dari kompetisi regional yang secara keseluruhan diikuti lebih dari 15.000 remaja dari 75 negara. Bagi mereka bertiga, berpartisipasi dalam kejuaraan global bukan tentang menang atau kalah, tetapi lebih dari itu, sebuah pengalaman berharga karena mereka memiliki kesempatan untuk mempelajari kompetisi tingkat internasional, pengalaman bertukar budaya (cross-cultural experience), kepemimpinan, dan keterampilan hidup (life skill).





Apa Reaksi Anda?

Komentar