Inilah Tuntutan Guru Swasta Surabaya pada Dinas Pendidikan

Surabaya (beritajatim.com) – Sejak pukul 07.30, Selasa (2/7/2019), jalan Jimerto Kota Surabaya sudah penuh dengan guru. Mereka bergerak menuju balai kota.

Hymne guru berulang-ulang dikumandangkan. Sesampai di depan gerbang balai kota, barikade polisi sudah menghadang. Para guru langsung memadati tempat. Menuntut Ikhsan agar mundur dari jabatannya, menaati aturan yang sudah ada, jangan mencla-mencle, dan selamatkan sekolah swasta.

Demo yang dipimpin langsung oleh Erwin Darmogo Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Swasta (MKKS) SMP Swasta Surabaya rencananya digelar pada Jumat lalu. Karena berbenturan dengan pembacaan keputusan sengketa pilpres, demo diundur.

Perubahan jadwal tidak mengurangi antusiasme para guru. Mereka tetap datang dan menggelar aksi dengan tertib. Erwin mengatakan, demo ini merupakan bentuk luapan emosi para guru selama tiga tahun.

“Sudah tiga tahun kami bersabar dengan kebijakan kepala dinas. Ini adalah puncaknya. Karena, teman-teman merasa sudah terdzalimi dari kebijakan Dinas Surabaya,” terangnya.

SMP swasta Surabaya kehilangan hampir 50-70% calon siswa. Penambahan pagu sekolah negeri membuat para orang tua mencabut berkas di SMP-SMP swasta. Akibatnya, banyak guru yang terancam berkurang jam mengajarnya. Padahal guru digaji berdasarkan jumlah jam mengajarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan baru menemui guru sekitar pukul 10.30 WIB setelah berdiskusi dengan perwakilan guru di dalam. Hasilnya, Ikhsan tetap akan mengupayakan kebijakan yang baik.

“Dana bopda dan bopnas akan kami tingkatkan. Sementara untuk guru yang bersertifikasi, akan kami segera carikan solusi. Dan kami akan bentuk tim kecil khusus yang akan mencari permasalahan di setiap sekolah-sekolah,” kata Ikhsan.

Pernyataan tersebut langsung mendapat teriakan. Pernyataan Ikhsan dinilai tidak memberi jalan keluar yang nyata. Mereka merasa sudah dibuat kecewa selama tiga tahun ini. Banyak aturan yang tidak ditaati, lalu membuat aturan sendiri, yang ujung-ujungnya merugikan sekolah swasta. Itu yang dikeluhkan para guru.

Tidak mendapat respon postif dari para guru, Ikhsan bergegas masuk ke balai kota. Demo kembali diambil alih oleh koordinator acara. MKKS sepakat, kalau sampai 3×24 jam Ikhsan belum turun dari jabatannya, aksi lanjutan akan dilakukan. [but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar