Ini Penekanan Pendidikan Amerika dan Australia

Surabaya (beritajatim.com) -Pendidikan di berbagai negara memang memiliki fokus yang berbeda-beda. Salah satu contoh adalah pendidikan di Amerika dan di Australia.

Pendidikan di Amerika menekankan pada keterampilan menulis, dimana siswa sekolah diberi porsi yang cukup untuk latihan menulis dan menjadikan keterampilan menulis sebagai bagian evaluasi sebelum siswa lulus sekolah, sedangkan pendidikan di Australia menekankan pada a fair go atau egalitarianism, dimana setiap individu diberi kesempatan akses yang sama terhadap pendidikan

Penyampaian tersebut dikemukakan Dr. John Charles Ryan, sastrawan dan peneliti dari University of New England Australia saat sesi webinar dengan sejumlah guru SMP Hang Tuah 1 Surabaya pada tanggal Rabu 27 Mei 2020 melalui aplikasi Zoom Meeting.

John menambahkan bahwa kedua negara diatas menyelenggarakan tes terstandar atau tes baku formal untuk siswa sekolah, di Amerika dikenal dengan Sholastic Assessment Test (SAT) dan di Australia dikenal dengan The Australian National Assessment Program – Literacy and Numeracy (NAPLAN).

Banu Rudywanta, guru SMP Hang Tuah 1 Surabaya dan salah satu peserta webinar, memberi
tanggapan bahwa sistem pendidikan yang disampaikan oleh John lebih terkait dengan budaya negara tersebut.

“Di Indonesia sekolah lebih fokus menyiapkan siswa untuk ujian nasional (UN)”, ungkap Banu.
Selamet Abidin, kolega Banu di SMP Hang Tuah 1 Surabaya, mengkonfirmasi pernyataan Banu bahwa salah satu tekanan bagi guru sekolah di Indonesia adalah skor atau nilai siswa.

Guru merasa tertekan apabila siswanya memiliki nilai yang kurang baik, terlebih saat menjelang UN.

Kegiatan webinar ini terselenggara atas kerjasama Program Studi Sastra Inggris Untag Surabaya dengan SMP Hang Tuah 1 Surabaya dalam skema pengabdian masyarakat yang sudah berjalan selama enam bulan terakhir.

“Pengembangan profesi guru dalam bentuk pelatihan bahasa Inggris untuk komunikasi
internasional sangat penting bagi kami sebagai pendidik” kata Churiya Tul Anifah, S.Pd., kepala sekolah\ SMP Hang Tuah 1 Surabaya.

Mateus Rudi Supsiadji, S.S.,M.Pd., Ketua Program Studi Sastra Inggris Untag Surabaya menyampaikan bahwa guru-guru yang terlibat dalam pelatihan ini perlu diberi kesempatan untuk berlatih komunikasi bahasa Inggris langsung dengan native speaker.

“Kebetulan John sedang menjadi dosen tamu di Program Studi Sastra Inggris Untag Surabaya dalam semester ini, maka dia kami ajak untuk bertemu guru-guru SMP Hang Tuah 1 Surabaya”, tutur Rudi. (ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar