Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jombang Naik

Foto ilustrasi

Pernahkah kita mendengar sebuah istilah yang tidak asing, yang menggambarkan kinerja pemerintah selama setahun yaitu pertumbuhane ekonomi?

Pertumbuhan ekonomi Jombang pada 2018 mencapai 5,43 persen, bahkan lebih tinggi dari angka nasional yang hanya sebesar 5,17 persen.  Ekonomi yang tumbuh positif apakah menandakan kenaikan tingkat kesejahteraan penduduk?

Ekonomi mungkin sudah bergerak naik, tapi apakah kue ekonomi tersebut kelezatannya telah dinikmati oleh semua orang?

Inilah yang menjadi salah satu kata kunci lain untuk membuka peti harta karun kesejahteraan. Hasil-hasil pembangunan itu, apakah sudah bisa diakses atau dimanfaatkan dengan maksimal oleh semua masyarakat?

Maka untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia digunakanlah indeks pembangunan manusia (IPM). IPM mengukur tiga aspek, yaitu kesehatan, pengetahuan dan standar hidup layak. Penghitungan angka IPM Kabupaten Jombang dari 2014—2018 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS)  menunjukkan tren yang cenderung meningkat.

Pada tahun 2018 terjadi kenaikan sebesar 0,98 poin pada IPM Kabupaten Jombang, yaitu dari 70,88 pada tahun 2017 menjadi 71,86.

Kenaikan ini merupakan yang tertinggi selama periode tersebut. Angka IPM berhasil meningkat karena empat indikator yang menjadi tolak ukur indeks tersebut mengalami peningkatan pencapaian.  Berdasarkan standar Badan Program Pembangunan United Nations Development Programme (UNDP), indeks tersebut menunjukkan IPM Kabupaten Jombang berada di level yang tinggi. Selain itu, angka IPM Kabupaten Jombang tahun 2018 lebih tinggi dari angka Provinsi Jawa Timur yang hanya mencapai 70,77.

Namun, dari tahun 2016 peringkat IPM Kabupaten Jombang belum bergeser dari urutan ke 16 dari 38 kabupaten/kota se-JawaTimur.

Komponen pertama dari IPM adalah umur harapan hidup (UHH). Indikator ini merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya.

Secara umum, dari tahun 2014 hingga  2018, UHH  Kabupaten Jombang menunjukkan tren peningkatan.  Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015, dimana UHH meningkat sebanyak 0,3 poin dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada 2018, UHH  meningkat 0,17 poin menjadi 72,04 tahun. Hal ini berarti bayi-bayi yang dilahirkan pada tahun 2018, diperkirakan usianya mencapai 72,04tahun. Selanjutnya yaitu komponen harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah(RLS) yang keduanya digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih relevan dalam mendeteksi perubahan yang terjadi dalam capaian bidang pendidikan. HLS dan RLS bergerak meningkat terus selama 2014—2018, dengan peningkatan yang relatif kecil.

 

Kenaikan tertinggi pada angka HLS dan RLS masing-masing terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 0,29 tahun dan 2017 sebesar 0,38 tahun. Tercatat  HLS tahun 2018 adalah 12,99 tahun yang berarti anak-anak usia 7 tahun pada 2018 diharapkan untuk dapat bersekolah selama 12,99 tahun atau setingkat Diploma I. Sedangkan RLS tahun 2018 sebesar 8,21 tahun, yang berarti secara rata-rata penduduk umur 25 tahun ke atas bersekolah selama 8,21 tahun atau hingga kelas IX (SMP kelas III).

 

 Standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan (PKP) juga meningkat pada  2014—2018. Pada tahun 2015, kenaikan PKP adalah yang terendah, yaitu hanya 0,32 persen atau senilai Rp 31 ribu rupiah saja dibandingkan tahun 2014. Kemudian untuk kenaikan PKP tertinggi, terjadi pada 2018 yakni 4,2 persen atau meningkat 439 ribu rupiah dari tahun 2017 yang sebesar 10,56 juta rupiah.  Pada 2018, tercatat nilai PKP adalah 10,999 juta rupiah yang berarti rata-rata penduduk Jombang mengonsumsi barang dan jasa senilai 10,999 juta rupiah dalam setahun.

 

Dengan mencermati pergerakan angka IPM beserta komponen-komponennya,  diharapkan hasil pembangunan khususnya bagi penduduk di suatu daerah lebih dapat terukur. Komponen mana saja sekiranya yang masih tertinggal atau bisa digenjot lagi pencapaiannya, dapat dijadikan fokus pembangunan kedepannya.(ted)

*) Reni Puspitasari, SST (Statistisi Muda BPS Kabupaten Jombang)

Apa Reaksi Anda?

Komentar