Ini Indeks Kesejahteraan Petani Jawa Timur

Petani dari Kelompok Tani Manunggal 1 Desa Sumengko,Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto saat memanen tanaman padi.

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang menentukan kesejahteraan kehidupan seorang petani. Indeks ini secara rutin dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). NTP merupakan rasio antara indeks yang dibayar oleh petani (Ib) dengan indeks yang diterima oleh petani (It). Sehingga penyusun angka NTP ini terdiri dari dua indikator, yaitu harga yang dibayar oleh petani (Ib) dan harga yang diterima oleh petani (It).

Menurut definisi dari BPS, nilai NTP>100 menunjukkan bahwa petani mengalami surplus, yang artinya harga produksi naik dari harga konsumsinya sehingga pendapatan petani akan lebih besar dari pengeluarannya. Nilai NTP=100 menunjukkan bahwa petani mengalami impas, yang artinya bahwa kenaikan atau penurunan harga produksi sama dengan kenaikan atau penurunan harga konsumsi sehingga pendapatan petani akan sama dengan pengeluarannya. Nilai NTP<100 menunjukkan bahwa petani mengalami defisit, yang artinya bahwa harga produksi lebih kecil dari harga konsumsi, yang artinya pendapatan petani akan lebih kecil dari pengeluarannya.

Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan dari tahun 2014 ke tahun 2015, yaitu dari 104,746 ke 104,8 atau naik sebesar 0,05%. Pada tahun 2015 hingga tahun 2017, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan secara terus menerus, yaitu sebesar 104,8 di tahun 2015, 104,6 di tahun 2016, dan 104,1 di tahun 2017.

Dari tahun 2015 ke tahun 2016, nilai NTP Provinsi Jawa Timur ini turun sebesar 0,19%. Dari tahun 2015 ke tahun 2016, nilai NTP Provinsi Jawa Timur ini turun sebesar 0,48%, sehingga dari tahun 2015 ke tahun 2017, nilai NTP Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 0,67%.

Penghitungan indeks NTP ini menggunakan tahun dasar 2012. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, harga jual produk dan harga jual pupuk menjadi faktor yang menyebabkan turunnya indeks NTP Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015 hingga tahun 2017. Pada tahun 2017 hingga tahun 2018, indeks NTP Provinsi Jawa Timur ini mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu dari 104,1 ke 106,6 atau sebesar 2,4%.

Pembinaan terhadap petani melalui sosialisasi-sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, memberikan subsidi pupuk kepada petani, penyaluran bibit gratis, dan pemberian wawasan mengenai teknologi pertanian merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan indeks NTP suatu wilayah supaya selalu baik. Dengan begitu, maka kesejahteraan petani juga akan terjamin.

Apa Reaksi Anda?

Komentar