Industri Kreatif dan Media Digital dalam IMC 2019 di Surabaya

Foto 1 International Media Conference
International Media Conference

Surabaya – International Media Conference atau IMC kembali digelar oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur  di Hotel Novotel Samator Surabaya.  IMC tahun ini mengangkat tema Asian Cultural Creative Industries and Digital Media.

IMC yang digelar pada tahun kedua ini mendiskusikan bagaimana perkembangan Creative and Cultural Industries (CCI) khususnya di wilayah Asia. Menurut Dyva Claretta, selaku ketua panitia IMC 2019 menjelaskan bahwa pemilihan tema ini sesuai dengan perkembangan yang terjadi saat ini.

“Industri kreatif saat ini sudah berkembang ya, bahkan yang kita ketahui ada sekitar 13 industri kreatif dan 4 diantaranya atau hampir 1/3 dari 13 industri kreatif tersebut ada di bidang Ilmu Komunikasi, jadi sejalan dengan era digital. Maka saat ini kita berkembang ke sana, karena itu kita pilih tema seperti yang kita sampaikan”kata Dyva Claretta.

Acara IMC dibuka dengan sesi seminar yang kali ini menghadirkan pembicara Internasional, antara lain Dr. Susan Leong dari School of Arts and Social Sciences Monash University Malaysia; Assoc. Prof. Dr. Huey Rong Chen dari Graduate School of Journalism Chinese Culture University, Taiwan; J. Alex A. Linares, seorang sutradara dan cinematographer asal Peru, Amerika Selatan; dan Aulia Rahmawati, Ph.D, dosen di Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Selain menggelar seminar internasional, IMC juga mengajak para akademisi dari berbagai instansi di seluruh Indonesia untuk ikut serta dalam penulisan paper. Animo masyarakat untuk ikut serta dalam penulisan paper ini cukup tinggi, terbukti dengan jumlah paper yang terkumpul sebanyak 135 paper.

Jumlah ini jauh melampaui target awal panitia yaitu sebanyak 50 paper. Paper-paper yang telah dikumpulkan itu kemudian diseleksi hingga menjadi 82 paper yang dipresentasikan dalam 12 paper’s session yang terdiri dari tiga sesi.

“Saya melihat bahwa terkait dengan media, khususnya media sosial dan juga ini menjadi satu hal yang saat ini mampu menggerakkan masyarakat dengan lebih masif lagi, jadi saya kira ketika sebuah media dikemas dengan sedemikian rupa dengan cara-cara yang positif maka hasilnya pun akan positif. Oleh karenanya, semua harus disesuaikan dengan apa yang kita bisa lakukan. Saya kira konferensi ini terus hadir karena media atau teknologi informasi itu terus berkembang sehingga, tidak ada matinya lah istilahnya terkait tema ini. Luar biasa,” ucap Atalia Praratya, salah seorang presenter yang merupakan kandidat Doktoral di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. (adh/isy)

Apa Reaksi Anda?

Komentar