Hyundai E&C Stop Membangun PLTU Batu Bara Jawa 9 & 10

Hyundai

Jakarta (beritajatim.com)  – Hyundai Engineering and Construction (Hyundai E&C) secara resmi mengumumkan tidak akan melanjutkan pembangunan apapun terkait PLTU batu bara. Melansir rilis resmi dari surat perusahaan, keputusan ini merupakan bagian dari program CSR perusahaan dalam merespon permasalahan perubahan iklim global.

Surat resmi itu berjudul ‘Hyundai E&C Declaration on Coal Exit’ yang keluar setelah rapat Dewan akhir pekan lalu, dan ditandatangani oleh Ketua Komite Tata Kelola Hyundai E&C Sung-dung Park, Direktur Eksekutif Young-joon Yoon dan  Direktur Operasi Pembangkit Won-woo Lee.

Dalam surat tersebut, Hyundai E&C menyebutkan pihaknya juga telah meluncurkan Hyundai E&C Sustainability Steering Community pada Oktober 2020 lalu dan pengaturan skema ESG untuk mempromosikan sustainable management.

Seperti yang tertera dalam “Hyundai E&C Vision 2025,” transisi dari penggunaan energi ‘kotor’ akan secara perlahan dilakukan oleh Hyundai. Mereka juga menyatakan bahwa departemen yang menangani batu bara telah ditransformasi menjadi departemen energi terbarukan.

Kendati demikian, perusahaan menyatakan akan tetap menyelesaikan proyek PLTU terakhirnya di Vietnam.

Program Director dari organisasi non-profit asal Korea Selatan, Solutions for Our Climate (SFOC), Sejong Youn menekan perusahaan untuk mundur dari proyek tersebut.

“Hyundai E&C menarik diri dari proyek pembangunan PLTU batu bara setelah mereka menyatakan akan tetap melanjutkan rencana pembangunan PLTU Quang Trach 1 yang memiliki kapasitas 1.200 MW bersama Mitsubishi dan Construction Corporation (CC1) asal Vietnam.”kata Sejong Youn dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Sejong Youn menilai keputusan Hyundai E&C untuk tetap melanjutkan proyek PLTU batu bara di Vietnam telah mencoreng integritas perusahaan dan merusak reputasi yang mereka bangun sebagai perusahaan yang progresif dan berkelanjutan.

“Jika proyek ini tetap dilanjutkan, maka Hyundai E&C telah mengkontradiksi visi ESG ‘2050 Global Green One Pioneer’ mereka sendiri,” katanya.

Keputusan ini juga tidak sejalan dengan komitmen pemerintah Korea Selatan untuk mengakhiri pendanaan batu bara di luar negeri. Walau begitu, Pemerintah Korea Selatan juga dinilai tidak menjaga komitmen dengan tetap melanjutkan pendanaan pada proyek PLTU batu bara Jawa 9 & 10 di Indonesia dan Vung Ang 2 di Vietnam. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar