Hoax dan Fakta Dalam Menekan Penularan Covid-19

Stop Hoax Covid-19

Jakarta  – Hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoax bukan sekedar menyesatkan, informasi dalam berita bohong tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai rangkaian fakta. Terlebih dalam pandemi COVID-19, hoax masih saja bermunculan khususnya di dunia maya, internet atau media sosial.

Dalam siaran pers, FibreFirst selaku brand yang peduli terhadap kesehatan masyarakat Indonesia membeberkan beberapa hoax dan fakta seputar mencegah penularan COVID-19 yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber agar masyarakat tidak mendapatkan informasi menyesatkan lagi, yaitu sebagai berikut:

HOAX

  1. Merokok Mengurangi Risiko Tertular COVID-19

Hal tersebut tidaklah benar atau hoax, menurut laman covid19.go.id, merokok tidak menghadang virus corona atau COVID-19. Perokok justru rentan terpapar virus, salah satunya lantaran merokok memungkinkan risiko infeksi pernapasan.

  1. Thermo Gun Berbahaya Untuk Otak

Informasi yang beredar tersebut adalah hoax. Dilansir dari liputan6.com, termometer yang digunakan di kening pada saat mengukur suhu tubuh tersebut aman digunakan dan telah lulus uji kesehatan.

  1. Minuman Beralkohol Bisa Membunuh Virus COVID-19

Menurut WHO, ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut. Jadi sudah bisa dipastikan informasi tersebut adalah hoax.

Nourmatania Istiftiani SKM, Scientific FibreFirst mengatakan “Dalam mencegah dan menekan tingkat penularan COVID-19, diperlukan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia dan hal tersebut dimulai dari diri sendiri yaitu menyebarkan berita atau informasi yang baik dan benar. Selain itu, tidak perlu aneh-aneh seperti ketiga hoax di atas, cukup dengan meningkatkan imun tubuh tentunya tidak akan mudah tertular penyakit atau virus”.

Berikut adalah fakta dan tips dalam meningkatkan imun tubuh untuk #LawanCovid19:

FAKTA

  1. Berolahraga Minimal 30 Menit Setiap Harinya

Walau sedang dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan berarti kita terbatas untuk melakukan olahraga. Melakukan olahraga intensitas sedang seperti jogging dengan durasi pendek 30 hingga 45 menit secara rutin dapat meningkatkan imunitas melalui peningkatan jumlah sel darah putih (terutama limfosit dan neutrophil).

  1. Tidur Cukup Selama 7 Hingga 9 Jam Setiap Harinya

Tidur nyenyak dan berkualitas selama kurang lebih 7 hingga 9 jam dapat memperkuat sistem imun tubuh, dengan meningkatkan jumlah serta kemampuan sel T (sel imun) untuk menghancurkan sel yang terinfeksi virus dan penyebab penyakit.

  1. Pencernaan Sehat Imunitas Kuat

Konsumsi cukup serat setiap harinya terbukti memberikan manfaat positif bagi pencernaan, karena 70% sel imun terdapat di pencernaan maka jika pencernaan sehat maka imun tubuh pun jadi kuat. Selain dari buah & sayuran, suplemen kesehatan seperti FibreFirst dapat membantu memenuhi asupan serat serta nutrisi harian.

FibreFirst adalah suplemen kaya akan serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah & sayuran yang mampu mengoptimalkan proses detoks harian dan menyehatkan pencernaan. FibreFirst juga merupakan suplemen kesehatan pertama yang memberikan 30-DAY MONEY BACK GUARANTEE, yaitu jaminan pengembalian uang jika tidak puas dengan kualitasnya. FibreFirst dapat kamu temukan di toko buah, swalayan, dan apotik terdekat. Selain itu Official Store FibreFirst juga telah tersedia di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli.

“Ada baiknya memahami berita atau informasi lebih teliti, perlu cek sumbernya terlebih dulu. Menyebarkan berita atau informasi baik yang bermanfaat seputar COVID-19 seperti informasi di atas juga berarti berpartisipasi menekan tingkat penularan COVID-19”, lanjut Nourmatania. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar