Dorong Digitalisasi UMKM, SehatQ Kerja Sama dengan Wiranesia Inkubator

Surabaya – Startup di bidang health tech SehatQ mendukung digitalisasi UMKM Tanah Air melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Wiranesia Inkubator. Kerja sama ini bertujuan mempromosikan bukan hanya platform e-commerce SehatQ, melainkan juga produk-produk UMKM yang selama ini belum go digital.

“Lewat kerja sama ini, kami berharap yang membuka toko online di platform e-commerce bukan hanya brand besar, melainkan juga teman-teman UMKM dengan berbagai produk berkualitas yang memang juga banyak dicari oleh pengguna,” kata Directory of Corporate
and Regulatory Affairs SehatQ, Pandu Budiarso.

Melalui MoU yang berlaku selama satu tahun ini, ada empat cakupan kerja sama. Pertama, pendaftaran mitra UMKM sebagai penjual e-commerce di platform SehatQ. Kedua, kerja sama dalam pemuktahiran digitalisasi UMKM. Ketiga, publikasi kegiatan maupun program
mitra UMKM serta SehatQ, dan pemberian sosialisasi sekaligus program kesehatan bagi UMKM.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia saat ini
mencapai 64 juta. Angka ini setara dengan 99,9 persen semua usaha yang beroperasi di tanah air.
Pandemi akibat Covid-19 pun mendorong para pelaku UMKM untuk mulai melebarkan sayap ke aktivitas online, dengan tidak mengesampingkan kegiatan offline. Sebab, perilaku konsumen selama lebih dari setahun belakangan ini memang sudah mengalami perubahan yang mengarah kepada aktivitas daring.

“Menyikapi hal ini, kami ingin mendampingi para mitra UMKM yang selama ini masih belum beralih ke online karena berbagai kondisi, terlebih di masa pandemi. Melalui kerja sama dengan SehatQ, mudah-mudahan pasar UMKM binaan kami dapat semakin luas, yang akhirnya mampu mendorong para pelaku usaha untuk senantiasa berinovasi,” kata Founder Wiranesia Inkubator, Faransyah Agung Jaya.

Sebelumnya, Wiranesia telah meluncurkan Gerakan DigiNesia sebagai Gerakan Digitalisasi UMKM Indonesia, yang menjangkau 100 kabupaten dan 50 kota dari 26 provinsi. Dalam
program ini, para pelaku UMKM bergabung ke dalam platform Wiranesia Inkubator dan menjalani berbagai aktivitas dengan metode learning, mentoring, dan implementing, untuk
menjadi digipreneur. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar