Iklan Banner Sukun

Direct Selling: Trik Jitu Memberikan Pelayanan Prima kepada Pelanggan

Surabaya (beritajatim.com) – Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat para pebisnis harus memutar otak agar bisnisnya tetap diminati pelanggan. Ketersediaan modal merupakan salah satu kunci sukses memenangkan persaingan bisnis agar bisa mewujudkan inovasi berkesinambungan. Sekarang, Anda tak perlu mengkhawatirkan masalah modal karena bisa mengajukan pinjaman melalui platform fintech lending seperti Lancar.

Lancar adalah produk pinjaman digital beragunan properti dari Danamas. Proses pinjaman modal melalui platform ini bisa dilakukan secara singkat dengan durasi penawaran dalam 3 menit. Melalui Lancar, Anda berkesempatan mengajukan pinjaman modal hingga 2 miliar rupiah dengan tenor maksimal 10 tahun. Kendala modal tak akan lagi menyulitkan bisnis jika Anda mengandalkan pinjaman dari Lancar sebagai solusinya.

Setelah masalah modal teratasi, selanjutnya Anda patut melakukan teknik-teknik yang tepat untuk meningkatkan omzet bisnis. Salah satu teknik lama yang masih relevan di masa modern ini adalah direct selling. Tak mengherankan bila perusahaan besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerap memanfaatkan teknik ini untuk menarik pelanggan.

Sekarang, mari berkenalan dulu dengan konsep dan manfaat direct selling agar Anda dapat memanfaatkannya untuk mendukung kesuksesan bisnismu:

Apa yang Dimaksud dengan Direct Selling?
Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) mendefinisikan direct selling sebagai metode penjualan barang atau jasa kepada pelanggan dengan cara bertatap muka di luar lokasi eceran tetap. Metode ini dilakukan oleh jaringan pemasaran yang dikembangkan mitra usaha dengan sistem kerja berdasarkan komisi penjualan, bonus penjualan, dan atau iuran keanggotaan yang wajar. Dengan kata lain, sistem ini membuat produsen langsung menjual produk atau jasa kepada pelanggan tanpa melalui pihak distributor atau retail.

Contoh konkret penerapan direct selling adalah provider jaringan internet dan TV kabel yang menawarkan jasa dengan membuka booth dan berpromosi di sekitar jalan raya. Para sales yang menawarkan jasa akan memperoleh komisi jika ada pelanggan yang sepakat menggunakan jaringan internet tersebut. Selain provider jaringan internet, teknik serupa juga diterapkan oleh tim sales promotion yang memasarkan produk berupa minuman berenergi, rokok, kopi, dan bumbu dapur secara langsung di pasar tradisional.

Bagaimana Cara Terbaik Menjalankannya?
Walaupun terkesan mudah dan bergaya konvensional, teknik direct selling tak bisa dilakukan secara sembarangan supaya efektivitasnya terjamin. Beberapa hal yang patut diperhatikan ketika menjalankan bisnis dengan teknik tersebut, yaitu:

  • Memastikan bahwa staf sales merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan sudah menguasai product knowledge dengan baik. Sehingga staf tersebut mampu menarik perhatian pelanggan untuk membeli produk atau jasa.
  • Mempertahankan kualitas pelayanan terbaik supaya para pelanggan merasa nyaman bertanya hingga akhirnya memutuskan membeli.
  • Memilih lokasi yang strategis agar potensi mendapatkan banyak pelanggan jadi semakin besar. Penentuan lokasi harus dilakukan berdasarkan karakteristik bisnis. Contohnya, produk-produk jenis Fast Moving Consumer Good (FMCG) lebih cocok diperkenalkan dan dijual di pasar tradisional. Sementara itu, produk dan jasa berupa jaringan provider internet lebih cocok diperkenalkan di lingkungan permukiman kelas ekonomi menengah ke atas.
  • Memanfaatkan momen yang tepat, misalnya awal bulan ketika mayoritas orang baru mendapatkan gaji sehingga lebih mudah tergugah membeli produk yang dijual secara direct selling.
  • Menghadirkan gimik demi memikat perhatian calon pelanggan, misalnya memberikan bonus produk atau diskon untuk minimal pembelanjaan tertentu.

Manfaat yang Dapat Diperoleh dari Direct Selling

Implementasi direct selling yang dilakukan secara tepat dapat mendatangkan beberapa manfaat berikut ini:

  • Produsen mampu menjalin hubungan baik secara langsung dengan para pelanggan. Hal ini penting sehingga produsen bisa memperoleh saran dan kritik yang penting untuk mendukung inovasi bisnis. Lebih dari itu, produsen juga dapat mengidentifikasi kebutuhan dan selera pelanggan karena melakukan interaksi tatap muka.
  • Pelanggan lebih cepat mengenal produk karena mendapatkan penjelasan langsung dari staf sales promotion yang memasarkannya.
  • Harga produk atau jasa tetap terjangkau saat sampai ke tangan pelanggan karena tidak melalui distributor atau retail.
  • Pengontrolan proses distribusi dan persediaan barang jadi lebih praktis.
    Pengalaman terjun langsung ke lapangan membuat produsen mampu memetakan target pasar sekaligus menjangkau target pasar yang lebih luas lagi.

Kesimpulannya, tak ada kata terlambat untuk mencoba teknik direct selling. Anda bisa lekas mencoba dan menguji efektivitasnya bagi kelangsungan bisnis. Bergeraklah beberapa langkah lebih dahulu dibandingkan kompetitor supaya Anda berkesempatan meraih pangsa pasar secara maksimal.


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev