Dinas Pendidikan Kota Batu Selenggarakan Festival Olahraga Tradisional

IMG-20190713-WA0008
Festival Olahraga Tradisional di Lapangan Ganjaran Desa Beji yang diikuti oleh 24 Desa se Kota Batu, Sabtu (13/7/2019)

 

Batu (beritajatim.com) – Festival Olahraga Tradisional (FOT) merupakan lomba tahunan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Batu.

Tahun ini Desa Beji berkesempatan ditunjuk sebagai tuan rumah FOT ke-2 yang bertempat di Lapangan Ganjaran Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Sabtu (13/7/2019).

“Perbedaan antara olahraga prestasi dengan olahraga tradisional yaitu olahraga prestasi seperti voli, sepak bola, tenis, dimana isinya semangat yang luar biasa, berteriak-teriak, bahkan adu mulut demi merebut sebuah prestasi. Sedangkan olahraga tradisional dan rekreasi seperti senam, pring keprak, main kelereng, yang isinya hanya kegembiraan, keceriaan, dan kesenangan”, Mawardi, Dinas Pendidikan dan Olahraga.

Festival ini berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 13 – 14 Juli 2019. Di area pinggir lapangan sendiri juga sudah banyak orang yang berjualan makanan, baik dari panitia maupun warga setempat.

“Festival Olahraga Tradisional merupakan gabungan/kolaborasi antara olahraga dan kesenian. Unsur-unsur penilaiannya ada unsur olahraga, kesenian, pendidikan, dan musik”, ujar Ahmad Khusni (38), Kepala Seksi Olahraga Rekreasi.

Pra-acara dimulai pada pukul 08.00 WIB – 09.30 WIB yang isinya menampilkan kesenian Reog dari Sapto Tunggul Wulung Desa Sumberrejo. Kemudian acara sambutan-sambutan dari panitia acara, Dinas Pendidikan, dan Kepala Desa Beji.

“Lomba ini diikuti oleh 24 Desa di seluruh Kota Batu. Dimana setiap Desa mempunyai tema tersendiri. Tidak ada batasan untuk memilih tema, mereka bebas megambil tema apapun sesuai dengan icon Desa mereka”, imbuhnya.

Lomba dimulai pada pukul 10.00 WIB yang dibuka dengan penampilan dari Desa Pendem yang bertema Panen Projo dan disusul dengan penampilan dari Desa Oro-oro Ombo yang mengambil tema Tarung Tani. Setiap peserta hanya mempunyai waktu 15 menit untuk menampilkan tariannya.

Khusni juga menjelaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan festival ini berkisar 131 juta rupiah yang diambil dari dana APBD.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar