Cuaca Ekstrim, Petani Bunga di Kota Batu Ekstra Perawatan

Solikhin (53) pemilik kebun bunga di Jalan Bukit Berbunga, Kota Batu, Kamis (27/6/2019).

Batu (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini daerah Malang Raya dan sekitarnya tengah merasakan dampak dari peralihan cuaca dari dingin ke kemarau.

Dampaknya yaitu berupa fluktuasi suhu dimana suhu normal Malang Raya pada malam hingga pagi hari adalah 22 – 20 derajat celcius dan 27 derajat celcius pada siang hari.

Namun akibat dari peralihan cuaca ini suhu menjadi 16 – 15 derajat celcius pada Malam hingga pagi hari sedangkan di siang hari mencapai 30 derajat celcius. Cuaca ekstrim seperti ini juga dirasakan warga masyarakat Batu, khususnya petani bunga.

“Dampaknya ya banyak bunga-bunga saya yang menguning ujungnya mas, ini diakibatkan cuaca yang panas kayak gini, gak seperti biasanya”, ujar Solikhin (53) warga setempat. Kamis (27/6/2019).

Solikhin juga menuturkan bahwa untuk mengatasi cuaca yang ekstrim seperti ini dengan memberikan perawatan lebih pada tanamannya, yang awalnya disiram satu kali sehari, menjadi dua kali sehari, yaitu Pagi sebelum jam 06.00 dan sore sebelum jam 04.00 WIB.

Sedangkan jika cuaca sedang sangat dingin, bunga-bunga pada tanaman lebih rentan rontok, sehingga ia memberikan obat pada tanamannya agar batang dan akarnya lebih kuat.

Dalam perawatan tanaman bunga, sangatlah butuh keuletan dan kesabaran. Hal itu karena tanaman tersebut harus ditanam pada suhu yang stabil, maksudnya yaitu tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Jika terjadi fenomena cuaca ekstrim seperti sekarang ini, para petani selalu was-was dan ekstra perhatian pada tanamannya. Hal itu agar tanaman mereka tetap dapat bertahan hidup yang nantinya dapat menjadi pundi-pundi rupiah ketika mereka jual. [ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar