Bupati Bojonegoro Buka Acara Festival Kreasi Tari Tradisional

IMG-20200124-WA0028

Bojonegoro (beritajatim.com) – Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Sunan Ampel Students From Bojonegoro (SASB) UIN Sunan Ampel Surabaya pada Kamis malam (23/01/2020) bertempat di lapangan Sosrodilogo Desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro menggelar acara Festival kreasi tari tradisional.

Acara yang digelar sebagai rangkaian ulang tahun SASB yang ke-9 dilaksanakan pada pukul 15.00 sampai 23.00, diikuti oleh 14 grup tari dari berbagai kalangan, SMA, maupun sanggar lokal disekitar Bojonegoro. Tarian kreasi yang mereka bawakan mulai dari senopati, inding jenggit, Gemiantang jati hingga lintang kemukhus.

“Kami mengadakan acara ini sebagai wadah untuk menaungi bakat dan potensi pemuda-pemudi bojonegoro, dan merupakan wuju kepedulian kami sebagai pemuda untuk tetap melestarikan budaya yang sangat potensial ini. ” tutur Arifuddin selaku ketua pelaksana, Jumat (24/1/2020)

Acara ini dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah, dinas pariwisata dan disaksikan oleh kurang lebih 2100 pasang mata dari berbagai penjuru Bojonegoro yang berkumpul di lapangan sosrodilogo.

Penampila salah satu peserta festival tari tradisional

Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Muawwanah dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa acara ini bersifat baru di kalangan masyarakat Bojonegoro, sementara pemkab Bojonegoro saat ini sedang gencar-gencarnya mengeksplorasi budaya dan seni mengingat pada bulan Agustus tahun lalu tari khas kabupaten Bojonegoro yakni tari tengul unjuk gigi di kancah nasional.

“Ini merupakan acara yang sangat luar biasa, nanti setelah ini saya minta rekaman tari masing-masing grup, barangkali ada inovasi tari yang bisa dibranding oleh Pemkab Bojonegoro, dan kami sangat mendukung acara ini”. tutur Anna ketika membuka acara pada malam itu.

Festival kreasi tari tradisional tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mereka sebagai pemuda daerah untuk meningkatkan eksistensi budaya dimata masyarakat lokal, khususya bojonegoro. Diakhir sambutannya bupati berpesan acara semacam ini juga menjadi pelecut untuk pegiat seni maupun budaya Bojonegoro dan sekitarnya untuk tetap mengharumkan nama Bojonegoro melalui kreasi seni dan budaya.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar