Bank Jateng Tuan Rumah Panen Rejeki Bank BPD Se Indonesia

asbanda2
Seminar Nasional BPD Se Indonesia kali ini mengambil tema “Peran BPD seluruh Indonesia dalam mendukung Program Optimalisasi Penerimaan Daerah” yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, kemudian juga Bupati dan Walikota Se- Jawa Tengah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perwakilan dari Bank Indonesia, Jajaran Komisaris dan Direksi serta Pejabat Bank Jateng, Komisaris Utama BPD seluruh Indonesia, Para Direktur Utama, Direktur Pemasaran dan Direksi BPD seluruh Indonesia, serta Para Pemimpin Divisi BPD seluruh Indonesia.

Solo – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang merupakan wadah bagi Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) kembali menggelar perhelatan akbar Panen Rejeki Bank BPD Periode Ke-2 Tahun 29 -2019 yang merupakan program Undian Tabungan Simpeda Nasional. Untuk periode kali ini, untuk ketiga kalinya Bank Jateng kembali dipercaya sebagai tuan rumah.

Panen Rejeki Bank BPD memiliki total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya diperuntukkan bagi 584penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta untuk 1 orang nasabah, kemudian hadiah kedua masing-masing Rp 100 juta untuk 4 pemenang dengan pemenang, hadiah ketiga masing-masing Rp 50 juta un 26 pemenang, hadiah keempat masing-masing Rp 5 juta untuk 26 pemenang dan hadiah kelima masing-masing Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang , kemudian hadiah keenam masing-masing Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh masing-masing Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan masing-masing Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

Suasana menegangkan tak dapat terhindarkan pada puncak acara Panen Rejeki Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bank Daerah (ASBANDA) bersama Bank Jateng sebagai tuan rumah. Penarikan Undian Nasional Simpeda periode ke 2 XXIX-2019 yang dihadiri oleh perwakilan dari 27 BPD seluruh Indonesia beserta seluruh nasabah ini, diselenggarakan pada Jumat malam, 22 Februari 2019, di Ballroom Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah.

Proses pengundian terutama untuk hadiah kedua dan utama, dilaksanakan secara terbuka di hadapan para tamu undangan dan perwakilan BPD seluruh Indonesia. Notaris, perwakilan dinas sosial, dan pihak kepolisian selaku saksi pengundian pun, turut memastikan transparansi serta kelancaran jalannya penarikan undian. Hadiah kedua sejumlah Rp 100 juta masing-masing dimenangkan oleh nasabah dari Bank Jatim, Bank BPD Bali, Bank Sultra, dan dari tuan rumah Bank Jateng.

Menjadi yang paling mendebarkan, akhirnya nasabah Bank BPD Bali pun keluar sebagai satu-satunya pemenang hadiah utama sebesar Rp 500 juta.

Setelah proses penarikan undian selesai dilaksanakan dan penyerahan hadiah pun dilakukan secara simbolis, maka acara puncak beralih pada hiburan yang menampilkan Bunga Citra Lestari serta Tompi sebagai bintang tamu utamanya.

Momen puncak Panen Rejeki BPD ini pun berlangsung begitu meriah, dan menutup seluruh rangkaian acara yang sudah berlangsung sukses sejak sehari sebelumnya.

Ketua Umum Asbanda, Bapak Kresno Sediarsi mengungkapkan, bahwa Tabungan SIMPEDA merupakan salah satu produk pemersatu BPD seluruh Indonesia.

“Pada Penarikan Undian Tabungan Simpeda Nasional Periode 2 Th ke-29 Tahun 2019 di Solo kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2018 berjumlah 7.653.175 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 57,78 triliun,” jelas Kresno Sediarsi.

Apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Manado sampai dengan di Solo, dari sisi penabung terjadi kenaikan sebesar 6,82% atau naik sebanyak 488.841 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 16,05% atau naik sebesar Rp7,99 triliun.

“Untuk BPD yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Desember 2018 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp13,11 triliun atau sebesar 22,69% dari Tabungan Simpeda Nasional,” Imbuh Kresno Sediarsi

Dengan terus meningkatnya pertumbuhan Tabungan Simpeda, kedepannya Tabungan Simpeda diharapkan dapat menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam menabung. Kemudian ragam inovasi terkait Tabungan Simpeda merupakan bagian dari Transformasi BPD, yakni dalam rangka penguatan produk dan layanan BPD agar semakin bersaing dengan produk-produk bank lainnya.

Seminar Nasional BPD-SI

Seperti periode-periode sebelumnya, rangkaian perhelatan Undian Tabungan Simpeda Nasional atau Panen Rejeki Bank BPD ini diawali dengan prosesi Penyegelan Tabung Undian yang telah dilaksanakan di Alila Hotel pada 21 Februari 2019 dan dilanjutkan dengan acara Welcome Party yang bertempat di Mangkunegaran.

Pada tanggal 22 Februari mulai dari pukul 09.00 dilangsungkan kegiatan Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang bertempat di The Sunan Hotel Solo dan mengusung tema “Peran BPD seluruh Indonesia dalam mendukung Program Optimalisasi Penerimaan Daerah” yang juga merupakan salah satu program yang sudah kita sama-sama canangkan, yaitu program Transformasi BPD.

Dalam Seminar Nasional BPD-SI ini rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, kemudian juga Bupati dan Walikota Se- Jawa Tengah, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Perwakilan dari Bank Indonesia, Jajaran Komisaris dan Direksi serta Pejabat Bank Jateng, Komisaris Utama BPD seluruh Indonesia, Para Direktur Utama, Direktur Pemasaran dan Direksi BPD seluruh Indonesia, serta Para Pemimpin Divisi BPD seluruh Indonesia.

Seminar Nasional BPD-SI, akan diawali dengan arahandari Koordinator Wilayah KPK, Bapak Adiansyah Malik Nasution dan Direktur Utama Bank Riau Kepri, Bapak Irvandi Gustari, dengan Moderator Bapak Prof. Andreas Lako Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKA Soegijapranata Semarang.

Kinerja BPD seluruh Indonesia

Kinerja BPD dapat dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional yang terus membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Sesuai data Statistik Perbankan Indonesia September 2018 yang dipublis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat kita lihat sebagai berikut;

Per September 2018, aset BPD telah mencapai Rp 651,49 triliun atau meningkat sebesar 3,88% dibandingkan posisi Desember 2017 yang mencapai Rp 627,18 triliun atau menempati peringkat 5 dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, BCA dan BNI. Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

· Kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada September 2018, posisi kredit BPD mencapai Rp 405,74 triliun atau meningkat sebesar 3,94% dibandingkan posisi Desember 2017 sebesar Rp 390,37 triliun.

· Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada September 2018 mencapai Rp 505,27 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 18,08%dibanding posisi Desember 2017 yang mencapai Rp428,05 triliun.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar