Antusiasme Patjarmerah 1 Juta Buku di Kota Malang Tinggi

IMG-20190729-WA0015
patjarmerah

Malang (beritajatim.com) – Festival kecil literasi dan pasar buku keliling bertajuk ‘patjarmerah’ yang diadakan di ex Bioskop Kelud, Kota Malang, dibanjiri pengunjung.

Menurut laporan panitia, selama dua hari sejak awal dibuka pada tanggal 27 hingga 28 Juli 2019, kunjungan patjarmerah hampir menembus angka 7000.

Irwan Bajang berkata, angka ini lebih tinggi dibandingkan kunjungan pada event pertama yang diadakan di Yogyakarta bulan Maret lalu.

“Kami sempat deg-degan sebelum acara dimulai, karena katanya masih banyak kampus yang belum aktif sehabis liburan. Tapi ternyata, Malang luar biasa. Bahkan sejak gerbang belum dibuka, para patjarboekoe (sebutan bagi para pengunjung), sudah antre berebut ingin masuk”, ucap Irwan salah satu panitia patjarmerah tersebut.

Menurut panitia, seluruh acara yang diperkenalkan melalui media sosial dan aplikasi patjarmerah di google play, mendapat respons yang sangat tinggi, dan semua peserta yang mendaftarkan diri melebihi kapasitas yang disediakan.

Sebagai contoh, kursi untuk Seno Gumira Ajidarma dan Wawan Eko Yulianto yang hanya tersedia 250, ternyata dibooking lebih dari 600 peserta. Alhasil, penonton yang lain pun berdiri dan mengerumuni panggung.

Pada hari kedua, lokakarya fotografi ‘Memotret Indonesia’ yang diampu Marrysa Tunjung Sari juga tak kalah ramai dengan acara-acara yang lain.

Hari kedua di hari Minggu (28/7/2019), sekelompok keluarga terlihat beramai-ramai berkunjung ke festival buku ini.

Banyak keluarga bersama putra-putrinya mengerumuni stand buku anak yang disediakan secara khusus oleh panitia.

Menurut Bayu, salah satu panitia yang bertugas mengatur stok buku, kategori buku anak, menjadi buku pilihan yang paling banyak diminati di hari Minggu.

“Hari Minggu kan hari keluarga, jadi banyak sekali anak kecil yang datang bersama keluarganya, buku anak kami hampir ludes, kami harus stok ulang kembali,” ucapnya.

Pada hari ketiga, Senin (29/7/2019) sejak pagi, para pelajar berseragam, tampak memenuhi pintu masuk.

Mereka menunggu gerbang ditutup sembari berfoto ria di gerbang yang memang didesain ‘instagramable’ oleh panitia.

“Ini mencengangkan dan prestasi sekali,” sambung Bajang, “Malang luar biasa, minat baca Indonesia itu rendah, menurut saya hanya mitos belaka, ” lanjutnya lagi.[ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar