Iklan Banner Sukun

Anti Ribet dan Cepat Dilayani, Lakukan 3 Tips Ini saat Berobat Gunakan BPJS Kesehatan

Ilustrasi BPJS yang kini menjadi syarat berbagai pengurusan surat penting. (Sumber foto: Twitter @BPJSKesehatanRI)

Jakarta – Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kebutuhan hidup terus mengalami kenaikan yang membuat beban keuangan semakin berat.

Hal ini juga berlaku pada kebutuhan esensial, seperti, biaya pengobatan, yang seharusnya bisa didapatkan oleh semua orang dengan mudah. Bahkan, menurut data yang ada, peningkatan biaya rumah sakit cenderung konstan di angka 10 persen setiap tahunnya.

Karenanya, menjaga kesehatan menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari risiko berobat yang biayanya bisa langsung mengacaukan kondisi keuangan.


Untungnya, pemerintah telah mewajibkan masyarakat untuk menjadi peserta dari BPJS Kesehatan. Program jaminan sosial tersebut pada umumnya bertujuan untuk membantu masyarakat agar tak terbebani dengan biaya rumah sakit.

Selain itu, manfaat perlindungan BPJS Kesehatan juga bisa didapatkan kapan saja dan di mana saja dibutuhkan. Hanya saja, tak sedikit orang yang kesulitan mengajukan manfaat perlindungan layanan tersebut karena kurang memahami prosedurnya. Nah, bagi Anda yang ingin berobat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, simak 3 tips berikut ini agar prosesnya berjalan lancar, anti ribet, dan cepat dilayani.

  1. Langsung Kunjungi Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Terdekat

Berbeda dengan asuransi kesehatan swasta, status peserta BPJS Kesehatan umumnya tidak bisa langsung mendapatkan pengobatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Kecuali dalam keadaan darurat, peserta BPJS Kesehatan harus lebih dulu melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti, puskesmas.

Namun tenang saja, hampir semua puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang beroperasi di Indonesia selalu siap siaga menerima kedatangan pasien yang menjadi peserta dari program jaminan sosial tersebut. Yang terpenting, jangan lupa membawa segala dokumen penting yang dibutuhkan agar bisa melakukan proses pengobatan di puskesmas, antara lain, fotokopi KK, informasi KTP/E-KTP, kartu peserta BPJS Kesehatan, atau sebagainya.

Nah, agar tidak menjadi kendala yang mampu memperlambat proses pengobatan, usahakan untuk telah menyiapkan dokumen yang diperlukan tersebut dari jauh-jauh hari. Dengan begitu, saat situasi darurat benar terjadi, Anda bisa langsung mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan tanpa harus dibuat panik dan bingung karena masih harus menyiapkan berkas persyaratannya.

  1. Minta Rujukan Pengobatan ke Rumah Sakit

Jika proses pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien atau peserta BPJS Kesehatan tidak mampu diatasi oleh fasilitas kesehatan tingkat I, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah meminta rujukan perawatan ke rumah sakit. Langkah ini penting untuk dilakukan dengan segera agar penyakit yang diderita oleh pasien bisa segera ditangani dengan tepat dan tidak bertambah parah.

Dengan banyaknya rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan yang telah menjalin kerja sama dengan program BPJS Kesehatan, proses meminta rujukan ini biasanya tidak akan memakan waktu yang lama. Nantinya, pihak dari puskesmas akan menunjukkan lokasi rumah sakit yang mampu menangani penyakit yang dialami oleh peserta.

Tidak hanya itu, karena sudah mendapatkan berkas rujukan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit tujuan dari puskesmas, Anda tidak akan dibuat ribet dengan urusan administrasi. Dengan begitu, aktivitas pengobatan darurat yang dibutuhkan oleh peserta BPJS Kesehatan bisa segera dilakukan dan berjalan lancar, tanpa berisiko terjadi penolakan dari pihak rumah sakit.

  1. Hubungi Pihak Rumah Sakit yang Menjadi Rujukan

Setelah memperoleh surat rujukan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dari puskesmas, jangan lupa untuk menghubungi pihak rumah sakit yang akan dituju dengan segera. Hal ini penting untuk dilakukan agar Anda bisa menanyakan dengan detail terkait lokasi dan juga proses pendaftaran yang perlu dilalui.

Saat akan berangkat menuju rumah sakit rujukan, pastikan Anda juga sudah menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan selayaknya saat melakukan pengobatan di puskesmas. Berkas yang perlu disiapkan tersebut antara lain fotokopi kartu anggota BPJS Kesehatan, fotokopi KTP dan KK, dan lain sebagainya.

Jika sudah berada di rumah sakit yang menjadi rujukan, langsung lakukan pendaftaran sesuai prosedur yang sudah diarahkan. Tentunya, pastikan untuk mengisi data diri dengan lengkap dan akurat. Pasalnya, kesalahan pada proses pengisian data pribadi ini bisa membuat pengajuan manfaat BPJS Kesehatan menjadi terganggu, bahkan tidak menutup kemungkinan akan ditolak pihak rumah sakit.

Selalu Bayar Iuran BPJS Kesehatan Tepat Waktu agar Manfaat Perlindungannya Selalu Aktif saat Dibutuhkan

Adanya BPJS Kesehatan pada dasarnya mampu memberikan jaminan layanan kesehatan bagi seluruh pesertanya saat harus melakukan pengobatan di puskesmas maupun rumah sakit. Tentunya, manfaat program tersebut hanya bisa didapatkan saat Anda rutin membayar iurannya setiap bulan dengan nominal sesuai kelas layanan yang dimiliki. Jadi, agar manfaat perlindungannya selalu aktif dan bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan, pastikan untuk selalu membayar iurannya tepat waktu secara rutin tiap bulan, ya! (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar