Alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan Halal Bihalal dan Ijazah Kubro Virtual

Lamongan  – Ikatan Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (IKBAL TABAH) Kranji Paciran Lamongan menyelenggarakan halal bihalal dan ijazah Kubro secara Virtual.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKBAL TABAH, Moh. Nur Huda menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali Silaturrahim sesama alumni, walaupun dalam suasana pandemi Covid 19.

Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual lewat aplikasi Zoom dan Youtube IKBAL TABAH ini diikuti oleh Alumni Tarbiyatut Tholabah yang tersebar di berbagai daerah bahkan yang di luar negeri juga ikut bergabung dan memberikan testimoni pesan dan kesan sebagai alumni.

“Selain halal bihalal alumni, kegiatan ini sekaligus diisi dengan launching program open donasi kebutuhan alat alat kesehatan bagi santri Tarbiyatut Tholabah guna mempersiapkan kembalinya santri pada masa pandemi Covid-19. Adapun yang istimewa dalam acara ini juga digelar Ijazah Kubro oleh KH. Moh. Nasrullah Baqir (Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah)” kata Moh.Nur Huda, Sabtu (13/6/2020).

Hadir juga dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa M. Si, Ketua PWNU KH. Marzuki Mustamar, Rais Syuriah PCNU Lamongan KH. Salim Azhar, Alumni yang juga Wakil Rektor III UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. H. Ma’sum Nuralim, M. Ag, Ketua Yayasan Tarbiyatut Tholabah Drs. H. Fathur Rahman.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Drs H. Fathur Rahman menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai upaya menjalin silaturahim antara pesantren dengan seluruh alumni yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri. Silaturahmi perlu dilakukan secara intens agar hubungan dan komunikasi pesantren dengan alumni tidak sampai putus.

“Silaturahmi dapat dilakukan secara jasmani dan rohani, doa-doa dari para Kyai dan sesepuh pesantren juga akan terus diberikan dan mengalir sebagai bentuk silaturahmi. Tutur, Fathur Rohman” ucapnyam

Dalam kesempatan itu, KH. Marzuki Mustamar, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, yang didaulat menyampaikan Hikmah halal bihalal menuturkan bahwa pilihan ‘nyantri’ di pesantren salaf sangat penting untuk validitas keilmuan, dan menjaga tradisi ilmu kepesantrenan, karena pada faktanya dalam pesantren setiap santri akan diajarkan ilmu alat terlebih dahulu, ilmu alat tersebut seperti nahwu shorof. Hal ini penting untuk dipahami santri sebelum belajar kitab yang lebih berat atau biasa disebut kitab kuning.

“Nyantri di pesantren Salaf, seperti pesantren Tarbiyatut Tholabah perlu dipilih sebagai langkah belajar agama secara dasar agar nantinya di era yang akan datang dapat memiliki dasar keilmuan yang jelas karena mewarisi tradisi keilmuan pesantren, para Kyai di pesantren harus diyakini oleh para santri bahwa kitab kitab yang diajarkan merupakan kitab asli yang diwarisi dari para pendiri pesantren” tutur KH. Marzuki Mustamar.

Sementara itu, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur) yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Dra. Khofifah Indar Parawansa, M. Si menuturkan bahwa saat ini kondisi Covid-19 di wilayah Jawa Timur belum mengalami penurunan, untuk itu kita semua harus saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu hidup sehat dan bersih.

“Acara Halal bihalal secara virtual yang dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Besar Pesantren Tarbiyatut Tholabah merupakan kegiatan yang positif dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19, dengan adanya pertemuan secara virtual seperti ini penyebaran Covid 19 dapat ditekan secara bersama-sama” himbaunya.

Hikmah yang dapat diambil dari pandemic Covid 19 ini, lanjut Kadisdik Provinsi Jatim yaitu tumbuh kesadaran bahwa setiap tempat adalah pendidikan.

“Pendidikan dapat dilakukan dimana saja, adanya pandemi Covid-19 ini memaksa kita semua untuk masuk era industri 4.0 karena diharuskan belajar menggunakan sistem online, hal ini akan dapat menambah wawasan dalam merespon revolusi industri 4.0” papar Wahid Wahyudi.

Prof. Dr. KH. Ma’sum Nur Alim, Alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah dan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya yang hadir dalam acara ini juga menyampaikan bahwa sebagai santri kita harus memahami rukun taqwa secara vertikal dan horizontal, secara vertikal rukun taqwa terdapat dalam 5 rukun Islam.

“Rukun taqwa secara horizontal ada 7 hal, (1) sebagai santri dan umat muslim diharuskan untuk selalu berbagi kepada siapapun, dalam kondisi pandemi Covid 19 ini kepeduliaan sosial perlu ditingkatkan dan dilakukan, (2) Bersabar, dalam menghadapi kondisi sekarang bersabar adalah kunci utama untuk keluar dari persoalan, (3) Konsisten dalam melakukan sesuatu yang positif, (4) Kontrol Emosi, (5) Pemaaf, (6) Hidup harmoni dengan semua orang dan umat beragama, dan (7) Berikhsan” ungkapnya.

Di akhir acara, KH. Moh. Nashrullah Baqir, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, menyampaikan pesan kepada seluruh santri dan alumni agar selalu menjaga tali silaturrahmi dengan pesantren.

“Selain pesan menjaga silaturahmi, seluruh santri Tarbiyatut Tholabah ketika ada hajat dan keinginan perlu melakukan shalat Hajat dengan melakukan amaliah-amaliah khusus agar keinginan dan hajat yang diinginkan dikabulkan oleh Allah SWT. dawuh, KH. Moh. Nashrullah Baqir.

Dalam kegiatan ini terdapat testimoni dari para alumni pesantren Tarbiyatut Tholabah yang berada di dalam negeri dan luar negeri. Di antaranya; Dr. Muntaha Artalim, Lc.,MIRK (Dosen IIUM) Malaysia, H. Asikin Sumarto, Lc., MA (Local Staf KBRI Amman Yordania – Rois Syuriah PCINU Amman Yordania), H. Anas Dhiyaul Muqsith, Lc (Mahasiswa/PCINU Arab Saudi), Humaidi Zaid (Mahasiswa) beasiswa di China, Lina Yulianti (Mahasiswa) beasiswa S2 di New Zealand, Nurul Hidayatul Ummah, MA (Ketua Umum PP IPPNU), Ahmad Robitha, M.Pd.I (Katib Syuriah PCNU Kotim Kalteng), dan H. Darmaji, S.Pd.I (ASN Guru Agama di MAN 2 Gorontalo) serta ketua koorda di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini ditutup dengan doa oleh KH. Salim Azhar (Rois Syuriah PCNU Lamongan, dan Pengasuh Pondok Pesantren. Roudlotut Thullab Sendangduwur Paciran Lamongan Jawa Timur. (MF. Fatih)

Apa Reaksi Anda?

Komentar