Alumni dan Mahasiswa UMG Bagikan Bantuan Dampak Covid-19 di Lamongan

Lamongan – Pandemi Covid-19 yang juga melanda Indonesia sudah menjadi permasalahan bersama. Tidak hanya pemerintah, warga masyarakat diharapkan juga dapat bergandeng tangan berpartisipasi dalam rangka waspada, tanggap sekaligus melakukan aksi.

Tidak terkecuali mahasiswa sebagai bagian tak terpisahkan dari warga bangsa indonesia. Tergerak atas dasar kepedulian dan kemanusiaan, maka sudah seharusnya mahasiswa berperan aktif melakukan aksi nyata terjun ke masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19.terlebih jawa timur sudah seluruh wilayahnya memasuki zona merah, penderita di kecamatan paciran juga semakin tinggi ini tak lepas dari kondisi paciran sebagai salah satu pintu masuk ke jawa timur dan tujuan wisata jawa timur.

Untuk itu kami Alumni & Mahasiwa Jawa Timur Peduli Covid-19 yang terdiri dari IKA PPNS Wil. Paciran dan Hima Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik serta berbagai eleman masyarakat lainnya melakukan aksi penyaluran donasi 1000 paket dan melakukan mitigasi serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan covid 19, aksi ini di laksanakan di

1. POSKO Screening Polisi di WBL
2. POSKO Pelabuhan ASDP pelabuhan Paciran,
3. Petugas jaga bilik dinsifektan
4. Masyarakat Desa Kranji,
5. Masyarkat Desa Tunggul,
6. Masyarakat Desa Kemantren
7. Kawasan Industri Perkapalan Paciran

1000 Paket ini berupa masker, handsanitiser, cairan disinfektan dan sembako yang dibagikan ini memiliki harapan dapat membantu masyarakat untuk mencegah penyebaran covid 19 dgn menggunakan masker jika keluar rumah dan membantu masyarakat pemilik kartu pra sejahtera dan buruh yg terdampak akibat dampak pandemik covid 19, serta memberi dukungan desa melakukan aksi disinfektan dan mitigasi wilayah atas kemungkinan terpaparnya desanya atas virus ini.

Aksi ini sebagai sebuah inisiasi / awalan yang telah dimulai oleh HIMA Teknik Perkapalan Univ. Muhammadiyah Gresik ini di delapan Kab/kota yaitu Surabaya, Gresik, Jombang, Mojokerto, Bojonegoro, Sampang, Pamekasan, Sidoarjo dan sekarang Lamongan. Hingga kini telah menjadi sembilan kabupaten dan kota Diharapkan terus meluas ke wilayah-wilayah di Jawa Timur, menjadi sebuah gerakan aksi yang bergulir, massif dan berkelanjutan, yang bisa diadopsi oleh kelompok masyarakat lainnya.

Upaya nyata ini bisa terealisasi berkat KOLABORASI dari kawan-kawan Alumni PPNS Wil. Paciran, serta HIMA Teknik Perkapalan Univ. Muhammadiyah Gresik, Susianto (Korlap) dan Fikri ( HIMA TEKPAL UMG) dimana juga merupakan kritikan atas kegagaglan daerah utk mempertahan kan status hijau dimana Seharusnya badan-badan usaha pemerintah daerah terdampak bisa langsung melakukan aksi dengan membentuk jaringan mandiri (meningkatkan kemandirian masyarakat) ataupun langsung mensupport kelompok-kelompok masyarakat yang sudah bergerak. dan kesadaran atas potensi bahaya yang masih sangat rendah di masyrakat dan pemahaman atas stigma penderita juga seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kesigapan aparat juga patut di dukung dengan memberi dan meningkatkan pengetahuan masyrakat sehingga kerja keras mereka untu memutus mata rantai penyebaran dapat optimal dengan demikian aparat akan tetap bisa menuntaskan tugas sehari hari yang telah menjadi kewajibanya. Dimana layanan dan keamanan atas potensi kejahatan tidak tumbuh di tengah pandemik ini.

Gerakan ini mungkin hanyalah butiran buih dalam samudra alam raya, namun demikian kami berharap bahwa ini merupakan tindakan riil sebagai bagian kecil sumbangsih nyata kami alumni PPNS dan mahasiwa Indonesia (HIMA TEKPA UMG) bagi masyarakat dan bangsa indonesia, serta kecintaan kami atas paciran sebagai kota maritim nya Jawa Timur

Surabaya, 02 Mei 2020

Susianto M. Korlap IKA PPNS
Fikri Anwar KAHIMA TEKPAL UMG





Apa Reaksi Anda?

Komentar