Aktivis Pelajar Gelar Dialog Anti Terorisme di MWCNU Wonokromo Surabaya

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Wonokromo

Wonokromo (beritajatim.com) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Wonokromo menggelar acara diskusi dan dialog  interaktif  bertempat di sekretariat MWCNU Wonokromo.

Tema dalam dialog yakni terkait aksi terorisme bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan maupun aksi lone wolf di Mabes Polri.

Aksi teror tersebut mengingatkan kembali kejadian serupa di Surabaya tahun 2018 saat aksi bom bunuh diri menimpa sejumlah gereja hingga membuat sejumlah aktivis pelajar dan mahasiswa resah.

Dalam diskusi kali ini hadir juga organisasi lain yaitu Karang Taruna (KARTAR) Kecamatan Wonokromo, Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Aktivis Peneleh.

Jefry ketua cabang GMKI Surabaya menuturkan terorisme ialah sekelompok orang mempunyai ideologi dan kepentingan dan tujuan yang mana mereka menyusupi melalui agama

“Agama hanya digunakan alat untuk tujuan mereka,”kata Jefry, Senin (12/4/2021).

Perkataan tersebut sejalan dengan statement Rekanita Riska dari IPPNU bahwa aksi kekerasan tersebut digunakan untuk satu tuntutan kepada pemerintah dengan menebar ketakutan. “Terorisme merupakan penggunaan kekerasan untuk menimbulkan rasa ketakutan diantaranya usaha mencapai tujuan terutama tujuan politik.”

Sekumpulan pembahasan dialog lintas organisasi tersebut menyepakati untuk saling menjaga dan penhyusupan dari paham-paham radikalis ekstrim terkhususnya didalam keluarga sendiri serta menyatakan sikap terhadap aksi terorisme dimanapun berada diantaranya:

1. Menolak keras aksi terorisme dan paham radikalisme di Indonesia,
2. Perlu adanya tindakan cepat dan tepat dari aparat, perlu pengajaran tentang cinta tanah air, perlu adanya bantuan atau dukungan dari masyarakat untuk menghindari aksi terorisme,
3. Terorisme mencoreng pancasila ke-2, memaksimalkan kita dan mempersatukan pergerakan kita,
4. Menolak dan mengecam serta mendukung TNI dan Polri dalam mengusut tuntas aksi terorisme,
5. Menjaga relijius pemuda / pelajar agar tidak terjerumus dalam aksi terorisme,
6. Terorisme merupakan aksi tercela dan harus dihilangkan bahkan dimusnahkan,
7. Bukan hanya mengecam dan menolak keras, tetapi juga menutup aksi terorisme tersebut, serta merangkul seluruh elemen masyarakat dalam menyamakan visi misi bagaimana membuat keamanan dan kenyamanan di masyarakat.


Apa Reaksi Anda?

Komentar