5 Tips Nyaman Naik Kereta Api Saat Pandemi

Bepergian di masa pandemi bukanlah hal yang dilarang, kecuali untuk momen Lebaran 2021 yang sudah secara resmi dilarang pemerintah. Selebihnya Anda tetap bisa bepergian dengan transportasi umum dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Contohnya saja kereta api. Moda transportasi yang masih jadi favorit bagi sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa ini masih menjadi salah satu pilihan terfavorit untuk bepergian jarak jauh. Hal ini karena tiket kereta api yang tergolong murah dan mudah dibeli.

Nah, jika Anda berencana bepergian naik kereta api dalam waktu dekat, berikut ada tips agar perjalanan Anda terasa nyaman dan juga aman.

  1. Beli tiket kereta api secara online

Saat ini, hampir semua kebutuhan sehari-hari bisa dibeli secara online, termasuk tiket kereta api. Selain hemat waktu, Anda juga tidak perlu bertemu atau melakukan kontak fisik dengan orang lain.

Untuk memastikan rencana perjalanan Anda berjalan sesuai rencana, ada baiknya beli tiket kereta api secara online saja karena bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

Selain itu, berdasarkan pengumuman oleh PT KAI, keberangkatan kereta yang masih jauh hari tiketnya hanya bisa dibeli melalui website resmi PT Kai atau e-commerce yang bekerja sama dengan PT KAI seperti Blibli misalnya.

Sedangkan Stasiun Besar & Stasiun Keberangkatan Penumpang hanya melayani penjualan tiket go show (secara langsung) dalam jangka waktu 3 jam sebelum keberangkatan. Peraturan ini efektif per 1 Januari 2021.

Jadi daripada beli tiket go show yang membuat Anda harus terburu-buru datang ke stasiun, lebih nyaman menyiapkan tiket kereta api sejak jauh-jauh hari dengan membelinya secara online.

  1. Siapkan hasil tes COVID-19

Selama masa pandemi, hasil tes COVID-19 jadi persyaratan tambahan yang harus Anda bawa jika ingin naik kereta api jarak jauh. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Anda pun wajib membawa hasil negatif tes yang bisa berupa RT-PCR, rapid test antigen dan juga GeNose sesuai dengan kemampuan Anda karena biaya tes berbeda-beda.

Selain itu, Anda juga harus selalu update mengenai ketentuan berapa lama batas waktu melakukan tes COVID-19 ini agar surat keterangan yang dibawa masih berlaku dan tidak hangus.

Menurut ketentuan yang paling baru yang tercantum dalam  Surat Edaran Satuan Tugas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 yang berlaku sejak Kamis, 1 April 2021, menyebutkan jika pengambilan sampel tes RT-PCR maupun rapid test antigen maksimal dilakukan 3×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk GeNose harus dilakukan di stasiun kereta di hari H keberangkatan.

Peraturan soal batas waktu pengambilan sampel untuk tes COVID-19 ini dapat berubah sewaktu-waktu karena menyesuaikan dengan kondisi kasus corona aktif di Indonesia. Jadi pastikan Anda selalu update dengan hal ini sebelum hari keberangkatan ya agar bisa melakukan tes sebelum berangkat.

  1. Datang ke stasiun lebih awal

Di hari H keberangkatan, ada baiknya Anda datang sekitar 2-3 jam lebih awal dari jadwal keberangkatan. Ini berlaku jika Anda membawa hasil negatif tes COVID-19 berupa PT-PCR atau rapid test antigen.

Jika Anda berencana mengikuti tes GeNose di stasiun,ada baiknya datang lebih awal lagi untuk mengantisipasi antrian panjang dan membludak calon penumpang kereta yang juga ingin tes GeNose di stasiun.

Selain itu, Anda akan melalui pemeriksaan tambahan di stasiun untuk mengecek hasil tes COVID-19, suhu tubuh dan sebagainya. Jadi untuk menghindari antrian panjang dan ketinggalan kereta karena waktu yang terlalu mepet dengan jam keberangkatan, pastikan Anda datang ke stasiun lebih awal ya.

  1. Patuhi protokol kesehatan selama naik kereta api

Selama pandemi, PT KAI mengeluarkan peraturan mengenai penerapan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi oleh semua penumpang untuk  melindungi diri sendiri dan juga penumpang lain.

Mulai dari wajib memakai masker medis atau masker kain tiga lapis dengan benar, cuci tangan di wastafel yang disediakan oleh PT KAI di area stasiun serta tidak berbicara dengan penumpang lain atau melalui telepon selama perjalanan.

  1. Jaga kondisi tubuh tetap prima

Di stasiun, setiap calon penumpang akan diperiksa suhu tubuhnya. Jika Anda menunjukkan gejala seperti suhu badan di atas normal dan juga batuk, maka Anda bisa ditolak untuk masuk ke peron dan naik kereta sesuai tiket yang dimiliki meski Anda membawa hasil tes COVID-19 yang menunjukkan Anda negatif.

Hal ini mengacu pada Surat Edaran yang disebutkan di atas. Maka dari itu penting untuk menjaga kondisi tubuh Anda tetap dalam kondisi prima sehingga Anda lebih kuat dan terlindungi dari  kemungkinan terpapar virus selama perjalanan karena sistem imun tubuh yang kuat.

Demikianlah tips nyaman naik kereta api saat pandemi yang bisa Anda ikuti agar perjalanan lancar dan juga aman. Selamat bepergian!

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar