Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Zulkifli Hasan Ingatkan Pemerintah Tuntaskan Harga Minyak Goreng Sebelum Ramadan

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Rumah Dinas Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Harga minyak goreng mengalami kenaikan setelah harga eceran tertinggi (HET) resmi dicabut pemerintah dengan mengembalikan pada mekanisme pasar. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan minyak goreng sebelum bulan ramadan tiba pada April mendatang.

“Pak Presiden (Joko Widodo) ingin masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan sembako, dan bahan pangan. Apalagi menghadapi ramadan dan lebaran agar rakyat tenang, harga harus terjangkau, sembako murah, mudah didapat. Kalau melambung tinggi bukan itu yang diinginkan rakyat dan bukan juga yang diinginkan pak presiden,” kata Zulkifli di Malang, Sabtu, (19/3/2022).

Zulkifli pun meminta para menteri yang menjadi pembantu dalam kabinet Jokowi harus cepat tanggap dalam menerima instrusi presiden. Sebab, pada bulan ramadan yang diinginkan masyarakat adalah ketersediaan bahan pokok dan seluruh komoditas seperti minyak goreng.

“Oleh karena itu pembantu-pembantunya harus sregep menerima perintah. Harus ‘sat set’ menerima perintah Presiden. Sehingga harga terjamin, terjangkau barang ada, mudah didapat masyarakat bisa melaksanakan ibadah ramadan dengan aman dan tenang,” imbuh Zulkifli.

Wakil Ketua MPR RI itu pun mengaku ironis untuk negara penghasil minyak goreng nomor satu di dunia tetapi rakyatnya justru kesusahan mendapat minyak goreng dengan harga terjangkau. Dengan tegas dia meminta pengusaha minyak goreng harus lebih memprioritaskan kepentingan domestik sebelum mengutamakan pasar ekspor.

“Ini kita penghasil minyak nomor satu. Diberikan Tuhan tanah yang subur, nah oleh karena itu kami minta agar harga itu terjangkau oleh rakyat. Ini kan tanahnya rakyat dikelola oleh perusahaan besar. Maka harus diprioritaskan dalam negeri dulu minyak goreng dengan harga terjangkau. Sisanya akhinya cari untung kirim ke luar negeri ya tidak apa-apa. Kalau memberatkan tentu akan merugikan rakyat kita. Cari untung boleh, asal tidak boleh-berlebihan,” tandasnya. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar