Politik Pemerintahan

Zona Merah, 75 Persen ASN di Ponorogo Diusulkan WFH

Kepala BKPSDM Winarko Arief(Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo yang masuk zona merah Covid-19, membuat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengubah kebijakan tentang tempat kerja aparatur sipil negara (ASN). Jadi ada pembagian ASN yang work from home (WFH) dan work from office (WFO). Saat Ponorogo dulu masuk zona oranye, pembagian WFH sebanyak 50 persen. Dengan pergantian zona ini, tentu kebijakannya berubah pula.

“Karena berubah zona merah, ini akan kami usulkan yang melakukan WFH sebanyak 75 persen,” kata Kepala BKPSDM Winarko Arief, Kamis (21/1/2021).

Sehingga yang melakukan WFO atau bekerja dari kantor hanya 25 persen. Winarko menyebut jika kebijakan ini merupakan petunjuk pusat. Dimana daerah zona merah diminta menerapkan WFH bagi 75 persen karyawannya. Kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak bersinggungan langsung dalam penanganan Covid-19.

“Usulan penambahan WFH ini kami ajukan ke Pak Sekda. Dan dari Pak Sekda usulan akan diteruskan kepada Bupati Ipong Muchlissoni,” katanya.

WFH atau bekerja dari rumah, kata Winarko, bukan berarti libur. Para ASN ini menyelesaikan tugas-tugasnya dari rumah. Pola kerjanya seperti apa, akan diatur oleh OPD masing-masing. Mereka juga diwajibkan absen setiap dua jam sekali melalui aplikasi.

“Jika disetujui Bapak Bupati, ya berlaku untuk semua OPD, kecuali yang bersinggungan dengan penanganan Covid-19,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar