Politik Pemerintahan

Zaman Bupati Faida, Almarhum Pernah Diangkat Jadi Pejabat Juga

Bupati Hendy Siswanto [jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Adanya pensiunan dan almarhum aparatur sipil negara (ASN) ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyisakan pekerjaan rumah bagi Bupati Hendy Siswanto.

Berdasarkan hasil penelusuran beritajatim.com, Dian Ambarwati, Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Aset dan Keuangan pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Jember, sudah meninggal dunia pada 30 Juni 2020. Selain itu Samsiati yang sudah pensiun dini masih mendapat surat penunjukan Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Tanggul.

Kejadian ini bukan pertama. Pada masa pemerintahan Bupati Faida, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember Ruslan Abdul Gani pernah mengakui, adanya beberapa kekeliruan pengangkatan pejabat yang membuat harus ada revisi. Salah satunya ada ASN yang sudah meninggal dunia tapi dilantik menjadi pejabat.

Pengakuan ini terungkap dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Perubahan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2017 antara Badan Anggaran DPRD Jember dan Tim Anggaran, di gedung parlemen, Kamis (31/8/2017). “Jika memang ada kesalahan, kami memberikan saran pertimbangan kepada bupati (untuk perbaikan),” kata Ruslan saat itu.

Bagaimana bisa hal ini kembali terjadi pada masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto? Sekretaris Daerah Mirfano menyatakan tak tahu secara detail. “Tapi setahu saya, data kepegawaian tersentral di SAPK (Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) yang merupakan sistem informasi yang dipakai oleh BKN (Badan Kepegawaian Nasional) secara nasional. Hanya bisa saja pejabat yang bertanggungjawab saat itu kurang teliti dalam updating datanya,” katanya, Sabtu (20/3/2021) pagi.

Menurut Mirfano, data kepegawaian harus dimutakhirkan setiap waktu. “Seluruh kepala OPD harus melaporkan kepada Kepala BKPSDM setiap kali terjadi perubahan status kepegawaian stafnya,” katanya.

Kekeliruan itu bisa diperbaiki. Mirfano mengatakan, surat keputusan untuk ASN yang meninggal dan pensiun tersebut akan segera dibatalkan. “Kami akan tetapkan penggantinya yang memenuhi kompetensi, kualifikasi dan kinerja sebagaimana yang ditetapkan dalam sistem merit,” katanya.

Kekeliruan memang bisa diperbaiki. Namun tak urunghal ini membuat Hendy harus melakukan langkah-langkah agar tak terulang lagi. “Dalam data kepegawaian, staf tersebut masih aktif, dan posisi pelaksana tugas diberikan atas dasar kepangkatan dan data yang ada di kepegawaian. Ke depan saya akan cek semua data yang ada sekarang,” katanya.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman. “Datanya yang lemah, bupatinya yang dianggap salah. Tapi hikmahnya kami jadi tahu bahwa perlu ada validasi data. Kalau keliru ya diganti. Gitu saja kok repot. Saya justru ingin tanya soal gaji mereka yang sudah pensiun atau meninggal apakah juga tetap cair,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk