Politik Pemerintahan

Yuk Lia Naik Perahu Sambangi Warga Desa Gebang

Sidoarjo (beritajatim.com) – Asrilia Kurniati isteri Cabup Sidoarjo Nomor 01 Bambang Haryo Soekartono (BHS), melakukan silaturrahmi dengan warga Dusun Kali Kajang Desa Gebang Kec. Sidoarjo, Jumat (27/12/2020).

Yuk Lia sapaan akrap isteri BHS itu tiba di Dusun Kali Kajang dengan melalui jalur transportasi air yakni dengan menaiki perahu dari Dermaga Bluru Kidul Kec. Sidoarjo.

Kedatangan Yuk Lia bersama rombongan di lokasi juga mendapatkan sambutan yang meriah dari warga setempat. Di dusun terpencil Kota Sidoarjo itu, Yuk Lia melakukan makan bareng sambil berdialog dengan semua warga.

Warga setempat diberikan kesempatan untuk curhat di hadapan isteri politisi Partai Gerindra tersebut. “Kami berkeinginan sekali akses jalan yakni jalur darat menuju desa kami, pembangunan jalan paving atau cor segera dituntaskan,” ucap Abd Rofik.

Rofik menambahkan, jalur paving yang dibangun oleh Pemkab Sidoarjo tahun 2009 terhenti, tidak tahu apa penyebabnya.

Sebetulnya, menurut Rokhim, kurang sedikit, hanya berjarak sekitar 2 kilometer. Yang prihatin itu kalau musim hujan datang, akses jalan berupa tanah bercampur lumpur, dan susah untuk dilewati sepeda angin maupun motor.

“Masyarakat akan senang sekali jika jalur paving tersebut bisa selesei. Karena akses darat menuju wilayah kota Sidoarjo bisa ditempuh secara cepat dan mudah,” tambahnya berharap.

Mendengar keluhan warga Dusun Kali Kajang, sambung Yuk Lia, sebetulnya perbaikan dan percepatan pembangunan akses jalan paving, sangat mudah dilakukan, kalau pemerintah benar-benar fokus dan konsisten.

Ia juga merasa prihatin dengan kondisi jalur darat yang tidak mudah dilalui, terlebih di musim hujan. Kalau melalui jalur air, ia merasa kasihan dengan warga karena jarak tempuhnya lebih jauh dak waktunya lama.

Sementara itu, lanjutnya, anak-anak juga banyak yang ingin melanjutkan sekolah di wilayah kota, tapi batal terpenuhi karena akses tidak mendukung. Alternatifnya, anak-anak Kali Kajang banyak yang masuk pesantren di luar kota, karena tidak butuh berangkat setiap hari dari rumah.

“Dengan kondisi yang ada, mereka harus menempuh jalur yang lebih lama atau jauh untuk menuju ke kota Sidoarjo. Ini harus ada solusi secepatnya dalam penanganannya,” tandasnya.

Ia melanjutkan, Kali Kajang termasuk wilayah yang masuk Kecamatan Sidoarjo Kota. Namun yang dirasakan, seperti tidak berada di kota, melainkan di pedesaan.

Padahal wilayah tersebut menjadi tonggak perekonomian. Banyak terdapat tambak yang produktif. Mulai budidaya udang, bandeng dan lain sebagainya. Perekonomian di Kali Kajang dapat diunggulkan dan mendukung.

“Sungguh sayang sekali kalau tidak ada perhatian secara konsisten dari pemerintah. Kalau Pak Bambang dan Pak Taufiqulbar jadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, pasti pembangunan yang dibutuhkan di Kali Kajang, akan menjadi prioritas,” tandas Yuk Lia.

Masih kata Yuk Lia, aspirasi warga soal pembangunan jalan dan lainnya, harus segera direalisasikan. Keluhan warga ini sudah lama sekali dan kasihan kalau infrastruktur yang diinginkan
tidak segera terbangun.

Sekali lagi, jika Pak BHS dan Pak Taufiq jadi bapaknya Sidoarjo, aspirasi warga di Kali Kajang, harus jadi prioritas, saya dukung itu dan saya akan memberitahukan Pak BHS agar menjadi perhatian,” papar dia.

Usai bersilaturrahmi, Yuk Lia juga jalan-jalan ke rumah warga, ikut memasak udang dan bandeng hasil menjaring di tambak.

Setelahnya, rombongan perjalanan pulang. Kendala dihadapi oleh perahu yang ditumpangi rombongan Yuk Lia. Perahu rombongan kandas, dan perjalanan pulang ditempuh dengan jalur darat, yakni menggunakan jasa ojek.

“Perahu kandas di tengah perjalanan dan menemui kendala. Kendati demikian bersusah payah untuk perjalanan pulang, saya tetap senang dan gembira karena bisa bersilaturrahmi dengan warga Kali Kajang dan mendengar aspirasinya,” pungkasnya. [isa/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar