Politik Pemerintahan

Wujudkan Kota Pariwisata, Ini 3 Program Pemkot Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto memiliki tiga program khusus yang saat ini tengah difokuskan dalam mendukung Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata. Tiga program tersebut yakni penanganan banjir, menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif serta mengembangkan potensi wisata dan kepariwisataan.

Kota Mojokerto memiliki topografi cekungan, sehingga saat hujan deras dipastikan di beberapa titik terendam air banjir. Hal ini yang membuat Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria melakukan perbaikan sistem drainase secara terpadu (biopori, sumur resapan, busem).

Tak hanya perbaikan sistem drainase, Pemkot juga melakukan normalisasi saluran primer sepanjang 24,248km, sekunder (91,158km) dan tersier (248,542km). Serta pengadaan sekaligus peningkatan sarana dan prasarana (pompa, rumah pompa dan pompa portable, excavator dan truk), mengoptimalkan program kali bersih (Prokasih) di tingkat lingkungan.

Perbaikan drainase, normalisasi, pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana serta mengoptimalkan program kali bersih diharapkan mampu mengurangi volume sampah di Kota Mojokerto. Karena Kota Mojokerto dikelilingi aliran sungai sehingga potensi luberan air yang masuk ke pemukiman warga dapat ditanggulangi sejak dini.

“Sampah-sampah itu tidak datang secara regional saja ya karena Kota Mojokerto berada di tengah-tengah sehingga sering kali mendapatkan kiriman sampah dari hulu ke hilir. Warga juga kita berikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuang sampah di sungai dan memanfaatkan TPA atau TPST sebagai tempat pembuangan sampah,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Selasa (25/2/2020).

Pemkot Mojokerto fokus dalam menanggulangi banjir dengan melakukan pengkajian drainase primer. Salah satunya, mengoptimalkan fungsi rumah pompa yang tersebar sebanyak 17 unit. Sedangkan di tahun 2020, akan ada pemasangan CCTV untuk pemantauan debit air dan penindakan bagi warga yang membuang sampah sembarangan di sungai.

Selain program pengendalian banjir, program khusus kedua adalah menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru dan peningkatan ekonomi kreatif. Yakni dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui ibu-ibu PKK dan karang taruna wanita di Kota Mojokerto dalam meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

“Hasil dari para pengrajin atau produsen ini nanti akan kami suguhkan di rumah rakyat dan outlet oleh-oleh milik Pemkot Mojokerto (Rest Area Gunung Gedangan). Kita juga telah menyiapkan grand desain Wisata Bahari Majapahit. Kita siapkan 8 hektar untuk pembangunan Taman Budaya yang dilengkapi dengan Ampy Teater,” jelasnya.

Selain taman budaya, di dalam Wisata Bahari Majapahit sendiri, akan ada Monumen dan Taman Kaltaparu, Monumen Gajah Mada, Kapal Bahari, camping ground, wisata perahu lengkap dengan dermaganya dan selter-selter Majapahitan. Sedangkan untuk bantaran Kali Ngotok, Pemkot Mojokerto bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam pemanfaatannya.

“Seperti penanaman Pohon Tabebuya, Pohon Mojo dan mengembangkan agrowisata kota yang modern. Sedangkan tahun ini, pengerjaan Monumen Tri Buana Tungga Dewi dan Pemandian Sekarsari, masih dalam progress. Dengan perwajahan baru Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur,” tegasnya.

Percepatan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Timur tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan – Kawasan Bromo – Tengger – Semeru dan Kawasan Selingkar Wilis serta Lintas Selatan.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar