Politik Pemerintahan

WISH Berbagi Kasih dengan Anak Disabilitas dan Keterbelakangan Mental

Surabaya (beritajatim.com) – Hari kasih sayang cenderung identik dengan hubungan cinta antara sesama manusia. Cinta biasa diekspresikan dengan saling berbagi hadiah kepada sosok yang dicintai, baik sahabat, keluarga, maupun pasangan. Perempuan dan cinta adalah dua hal yang tidak terpisahkan, dan dalam masa yang sulit ini, pentingnya berbagi tawa dan cinta pun semakin terasa.

Untuk merayakan hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari, komunitas WISH (Women Incubator Solidarity and Humanity) mengadakan penggalangan dana untuk kegiatan bakti sosial di Yayasan Pendidikan Rumah Kartika.

Dalam acara ‘WISH Berbagi Kasih’, beberapa orang pengurus menyambangi asrama anak-anak disabilitas keterbelakangan mental tersebut dalam rangka mengirimkan bantuan sembako, sebagai bentuk tanda cinta dan support kepada yayasan dan teman-teman disabilitas.

Yayasan Pendidikan Rumah Kartika bergerak di bidang pendidikan serta bidang sosial. Yayasan ini juga menaungi pendidikan dan pelatihan Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK) dan melatih mereka dalam lembaga layanan disabilitas Kampus Cordelia untuk melatih, mendidik, serta mengarahkan WNBK dan penyandang disabilitas berusia di atas 15 tahun untuk dapat mandiri serta siap masuk ke dalam dunia usaha dan kerja.

“Di hari kasih sayang ini, kami terpanggil untuk berbagi kasih dengan adik-adik penyandang disabilitas di PA ini. Semoga sumbangan yang belum seberapa ini dapat bermanfaat buat adik-adik kita di sini,” ungkap Maria Melly, selaku pengurus komunitas WISH yang dibentuk pada tanggal 12 Januari 2021 lalu.

Melda Sumarlie, Bendahara WISH menambahkan, bahwa teman-teman disabilitas keterbelakangan mental membutuhkan dukungan dan empati dari masyarakat. “Anak dengan keterbelakangan mental punya hak untuk disayangi dan diterima, mereka adalah anak-anak yang istimewa. Saya terharu melihat adik-adik di asrama Yayasan Kartika ini dirawat dengan baik dan penuh cinta. Itu sebabnya meski menyandang disabilitas, mereka tumbuh jadi anak yang sopan dan pintar,” kata Melda.

Pihaknya berharap dengan adanya acara ini, bisa menguatkan dan mengingatkan satu sama lain untuk punya semangat solidaritas.

“Di dunia yang semakin individualis, kita ingin menjadi perempuan yang peduli, terutama sebagai bentuk support kami kepada para pembina Yayasan. Kami tahu pasti besar sekali pengorbanan para pembina dalam mendidik dan merawat adik-adik disabilitas keterbelakangan mental tersebut sampai akhirnya mereka bisa mandiri seperti sekarang ini,” pungkas Maria Melly yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris di WISH Kota Surabaya ini. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar