Politik Pemerintahan

Wisatawan Mau Menginap di Hotel Kota Malang Harus Rapid Antigen

Wali Kota Malang Sutiaji di RS Darurat Lapangan Polkesma.

Malang(beritajatim.com) – Jumlah tambahan kasus Covid-19 di Kota Malang meningkat tajam dalam dua pekan terakhir. Rata-rata jumlah tambahan pasien per hari hampir 100 orang per hari. Wilayah ini pun berubah dari zona oranye menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji akhirnya mengeluarkan surat edaran nomor 32 tahun 2020 tentang pelaksanaan ibadah dan perayaan natal serta tahun baru 2021. Beberapa isi dari surat edaran itu, untuk natal diperbolehkan dengan protokol kesehatan ketat. Namun, wajib membatasi jumlah jemaat atau dengan cara bergiliran serta dilarang memasang tenda di luar gereja.

Selanjutnya, untuk perayaan tahun baru hotel, restauran, kafe atau tempat serupa dilarang menggelar kegiatan yang mengundang massa. Organisasi kemasyarakatan maupun kelompok dilarang konvoi, membunyikan terompet, menyalakan petasan hingga pesta kembang api.

Seperti diketahui Kota Malang merupakan salah satu daerah pariwisata di Jawa Timur. Pada momen libur akhir tahun banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Untuk wisatawan tidak ada syarat khusus masuk ke daerah ini. Namun, bagi wisatawan yang akan bermalam di hotel Kota Malang wajib membawa hasil rapid antigen.

“Di hotel nanti akan ada surat edaran bahwa dia harus ada persyaratan khusus, salah satu diantaranya kami tidak swab. Tapi persyaratan harus rapid antigen. Kalau antigen itu kan prosentasenya 80 persen mendekati hasilnya swab,” kata Sutiaji, Jumat, (18/12/2020). (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar