Politik Pemerintahan

Wisatawan Dilarang Bawa Oleh-oleh Covid-19 saat Libur Panjang ke Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji mewanti-wanti wisatawan yang akan datang ke wilayahnya di saat libur panjang akhir Oktober nanti untuk membawa oleh-oleh Covid-19 dari daerah asal. Libur panjang ini karena cuti bersama sejak 28 Oktober hingga 1 November.

“Dalam menyikapi liburan panjang, lima hari. Masyarakat tetap waspada. Ada tagline bagus, Malang tidak mau oleh-oleh Corona (dari wisatawan). Karena transmisi lokal itu harapannya tidak terjadi,” ujar Sutiaji, Rabu, (21/10/2020).

Sutiaji mengatakan, untuk mencegah transmisi penularan COVID-19 dia meminta masyarakat termasuk wisatawan senatiasa memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 atau 3 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Ketika disiplin mau nggak mau ini akan menjadi efek domino bahwa kehidupan masyarakat sudah mulai ada kenormalan baru. Maka kita harus duduk bersama, supaya ini terus menerus bisa mempertahankan zona oranye,” papar Sutiaji.

Saat ini Kota Malang dalam zona oranye atau daerah beresiko sedang. Pemerintah setempat sedang berjuang meraih status zona kuning atau beresiko rendah. Saat ini tingkat kesembuhan di Kota Malang sudah mencapai 87 persen.

Hingga saat ini total jumlah pasien Covid-19 di Kota Malang sebanyak 1.954 orang dengan rincian sebanyak 194 orang telah dinyatakan meninggal dunia, 1.722 sudah dinyatakan sembuh, dan 38 orang dalam pemantauan atau isolasi.

“Jadi kita tidak boleh terlena. Kita jangan terlena dengan zona oranye, karena tidak menutup kemungkinan, mudah-mudahan tidak terjadi. Seperti daerah lain yang sudah oranye menjadi merah lagi. Tingkat kesembuhan sudah 87 persen. Kita tingkatkan terus,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar