Politik Pemerintahan

Lompatan Ekonomi Kabupaten Kediri

Wisata Air Bawah Tanah, Miniatur Kerajaan Kediri Hingga Sentra Ekonomi Gaya San Fransisco

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berusaha mendongkrak perekonomian masyarakatnya melalui berbagai program pembangunan baik fisik maupun non fisik. Di bawah kepimpinan Bupati Haryanti Sutrisno, pemkab merancang lima megaproyek berskala besar.

Kelima proyek tersebut antara lain, pembangunan kembali Jembatan Mrican, Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR), miniatur Kerajaan Kediri, Obyek Wisata Air Bawah Tanah dan sentra ekonomi bergaya bangunan di San Fansisco, Amerika Serikat.

Kelima mega proyek ini dalam progres pengerjaan. Seperti misalnya, GOR Kabupaten Kediri dan Miniatur Kerajaan Kediri yang kini telah memasuki tahap akhir pembebasan lahan. Semua proyek ini dipersembahkan oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Ide kreatif tersebut tidak lepas dari peran Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri sebagai pembantu bupati. Dimana, TP3 sendiri dimotori langsung oleh Ir. H. Sutrisno, mantan Bupati Kediri.

“Proyek – proyek ini dalam progress. Kami yakin, akan menjadi lompatan ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat Kabupaten Kediri,” ujar Ir. H. Sutrisno.

Sutrisno merupakan konseptor pembangunan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Icon Kabupaten Kediri tersebut kini telah menjadi sentra ekonomi.

“Dulu saya bangun SLG semuanya mencemooh. Lalu, saya mengusulkan adanya Bandara di Kediri, juga dicemooh. Alhamdulillah, tidak lama lagi bandara akan berdiri di Kediri,” ucap Sutrisno.

Sutrisno telah mewacanakan pendirian Bandara di Kediri, sejak 2004 silam. Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Bupati Kediri untuk pereode kedua. Pemkab Kediri melakukan beberapa konsultasi dan perizinan ke pemerintah pusat.

Tidak lama lagi, Bandara Kediri akan berdiri. Airport bertaraf Internasional tersebut dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk Kediri. Proyek tersebut berada di barat Sungai Brantas, tepatnya di seputaran Kecamatan Banyakan, Grogol dan Tarokan.

Tidak hanya Bandara, proyek Nasional lainnya yang akan segera masuk ke Kediri adalah exit tol. Dengan dukungan lima maga proyek yang kini digagas Pemkab Kediri tersebut, diproyeksikan mampu mengerek level kediri menjadi kota terbesar kedua di jatim, setelah Surabaya.

Namun, apabila kepala daerah yang terpilih dalam Pilbup Kediri 2020 mendatang, tidak sejalan dan komitmen untuk meneruskan program pembangunan yang telah digagas Bupati Haryanti, tentunya kelima mega proyek tersebut dapat menemui hambatan. Akibatnya, cita-cita Bupati Kediri untuk meningkatkan taraf ekonomi warganya, juga dapat terganggu. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar