Politik Pemerintahan

Wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro Terapkan Jam Malam

Foto: Ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebagai upaya memutus penyebaran Virus Corona atau Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menerapkan pembatasan sosial di ruang publik serta menerapkan jam malam.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, penerapan jam malam mulai disosialisasikan tingkat RT hingga Kecamatan di wilayah perbatasan kota Bojonegoro.

“Jam malam berlaku pukul 21.00 WIB, semua RT, Kelurahan dan Desa di Kecamatan Kota Bojonegoro untuk membatasi keluar masuknya masyarakat,” ujarnya, Senin (27/4/2020) malam.

Selain menerapkan jam malam, sejumlah fasilitas publik juga akan diberlakukan pembatasan sosial. Bahkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro telah menutup beberapa penyeberangan perahu tradisional di Sungai Bengawan Solo.

Sedangkan untuk Pasar Tradisional di kawasan kota seperti Pasar Bojonegoro dan Banjarejo, juga dilakukan pembatasan-pembatasan sesuai protokol Covid-19 (tidak ditutup total). “Besok ada penyemprotan disinfektan di dua pasar tradisional tersebut,” pungkasnya.

Kebijakan tersebut oleh para pedagang dinilai tebang pilih karena pasar hanya boleh beropeasi di siang hari. Selain itu, puluhan pedagang rela tidur di atas lapak dagangan karena takut tidak punya tempat saat pasar buka pada pagi hari.

Salah seorang pedagang sayur yang biasa berjualan pada malam hari Askar mengatakan pada malam hari pembeli berasal para pedagang keliling yang akan dijual pada pagi. Namun, sejak adanya pandemi Covid-19 pada malam hari pasar sayur ditutup.

“Pasar sayur yang biasanya berjualan di malam hari diganti buka pada pagi mulai pukul 06.00 sampai 14.30 sore hari,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, pasar bisa tetap buka malam hari dengan syarat masih menerapkan protokol Covid-19. Seperti, lanjut dia, antarpelapak diberi jarak, memakai masker dan cuci tangan. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar