Politik Pemerintahan

Whisnu Sakti Terima Keluhan Warga Tandes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh masyarakat Kelurahan Tandes, Heri Ahmad Wiyono, bersama dengan puluhan Ketua RT-RW dan LPMK di wilayah itu bersama-sama menyampaikan keluhan kepada Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

Langkah menemui langsung orang nomor dua di Kota Surabaya ini, menurut Heri, harus ditempuh karena permasalahan infrastruktur yang berlarut di wilayah mereka.

“Tadi misalnya, ada Ketua RW yang bercerita jika di wilayahnya ini sudah mengajukan pavingisasi sejak 2017 namun belum ada kejelasan. Ada juga yang mengeluhkan soal Penerangan Jalan Umum (PJU). Itu juga sama sejak 2017 dan belum ada tindak lanjut,” jelas Heri.

Dengan mengadu langsung kepada Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Heri berharap ada tindak lanjut segera. “Karena masyarakat di wilayah Tandes ini benar-benar membutuhkan infrastruktur itu,” pungkasnya.

Sebagai perwakilan Pemkot Surabaya, Wakil Wali Kota Whisnu Sakri mengatakan jika pihaknya terus berupaya untuk memeratakan pembangunan di wilayah Surabaya Barat, utamanya Tandes dan sekitarnya.

Namun saat ini, ia menjelaskan jika Pemkot masih memiliki kewalahan dalam mengurus covid-19. Maka dari itu, ia berharap warga sabar menunggu dalam pembanhunan infrastruktur.

“Saat ini memang agak susah. Hampir semua anggaran digeser ke covid-19. Tapi saya usahakan untuk menyampaikan itu ke dinas yang terkait,” kata Whisnu.

Terkait dengan penanganan covid-19 di kampung tangguh, Whisnu mengaku sudah paham dan mengetahui capeknya warga dalam mengurus secara mandiri dan swadaya. Maka dari itu, hingga detik ini ia tetap mengupayakan dana stimulan senilai Rp10juta per kampung tangguh segera cair.

Menurutnya, secara hukum pencairan dana stimulan sudah clear. Baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan, memperbolehkan adanya dana stimulan untuk kampung tangguh.

“Sudah clear kalau dari BPK dan Kejaksaan. Mereka menyetujui dalam Rapat Koordinasi beberapa saat lalu. Ini saya kejar, agar Walikota segera turunkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya,” katanya.

Sehingga setelah cair nanti, dana itu bisa digunakan warga untuk membangun infrastruktur kampungnya untuk penanganan pandemi. Bisa untuk pembuatan masker kain, penyemprotan disinfektan, penyediaan sabun cuci tangan, dan lain sebagainya.

“Saya paham semua sudah keluar duit. Bahkan mungkin ada yang duit belanja keluarganya terpaksa terpakai sedikit demi urusan covid-19 di kampung. Makanya saya turunkan ini untuk warga semua. Karena kami ingin, RT/RW adalah garda terdepan penanganan covid-19,” katanya. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar