Politik Pemerintahan

Wayan Titip: Perizinan Selalu Jadi Lahan Basah ASN

Surabaya (beritajatim.com) – Pakar hukum asal UNAIR, I Wayan Titip Sulaksana berkomentar terkait persoalan perizinan di Surabaya. Menurut Wayan, memang sudah bukan rahasia umum lagi bahwa dalam urusan perizinan banyak kepentingan pemberi izin.

“Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Pada tahap ini sudah lazim terjadi gratifikasi, pemerasan oleh pemberi izin. Semisal pungli, untuk itulah kenapa dinas perijinan menjadi lahan basah bagi ASN,” jelasnya.

Dia menambahkan jika belum terungkap maka biasanya yang terjadi adem ayem dan saling melindungi. Namun, jika sudah terendus yang terjadi biasanya saling lempar kesalahan kepada pihak lain.

“Itu kharakteristik pejabat ASN. Makanya dalam keseharian kondisi ASN di bagian perizinan jauh lebih makmur dari ASN di dinas lain,” imbuh pria yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini.

Sebagai informasi, pernyataan Wayan terkait dengan fakta persidangan di kasus Jalan Gubeng Ambles dengan agenda pemeriksaan Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi sebagai saksi. Pria yang namanya sering disebut di bursa Pilwali Surabaya itu memberikan keterangan jika pihaknya tidak mengawasi kecocokan bangunan dengan IMB.

“Kami hanya berwenang mengurusi perizinan. Perihal di luar itu, bukan kewenangan dari Bappeko akan tetapi penanggung jawab pekerjaan,” kata Eri.

Saat JPU menanyakan terkait seluruh perizinan sudah dipenuhi oleh para pihak pemohon waktu itu, Eri mengaku semua persyaratan sudah lengkap.

“Lengkap semua. Amdalnya ada, semuanya,” sambung pria yang juga terkenal sebagai anak emas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar